Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, Doni Monardo Buka Opsi Data Pasien Positif Covid-19 Dipublikasi

Doni menegaskan, pembukaan data pasien bukan untuk memunculkan stigma negatif di masyarakat.

Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, Doni Monardo Buka Opsi Data Pasien Positif Covid-19 Dipublikasi
Istimewa
Doni Monardo saat kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Minggu (7/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan akan mengevaluasi data pasien terinfeksi virus corona.

Ia mengatakan ada opsi untuk membuka data pasien positif Covid-19.

Hal itu dilakukan agar masyarakat di sekitar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus corona.

"Terkait dengan data pasien, ini Undang-Undang tidak izinkan data pasien dipublikasikan. Tetapi apabila data tentang siapa yang tertular Covid-19 bisa diketahui lingkungan sekitarnya akan sangat membantu sehingga masyarakat bisa menghindar," kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca: DKI-Jatim-Sulsel Sumbang Kasus Tertinggi Hari Ini, Berikut Sebaran Pasien di 34 Provinsi

Baca: Soal Virus Corona Bertahan di Udara, Pemerintah Imbau Khotbah Jumat Dipersingkat

Doni menegaskan, pembukaan data pasien bukan untuk memunculkan stigma negatif di masyarakat.

Pembukaan data hanya untuk membuat masyarakat semakin waspada.

Sebab, semua orang bisa saja terinfeksi virus corona, tak terkecuali presiden.

"Bukan mau menstigma negatif. Sekarang ini tidak ada rasanya yang anggap orang kena Covid-19 itu aib karena semua bisa kena dan terakhir pimpinan negara besar juga kena Covid," ujarnya.

Doni mengatakan akan mengevaluasi terkait rencana pembukaan data pasien.

Apalagi hal itu juga bisa mempermudah kerja petugas kesehatan di lapangan.

"Ini mungkin bisa jadi evaluasi kita. Semuanya terkait perlindungan privasi mereka yang kena wabah perlu dicarikan solusi, sehingga bisa membantu petugas lapangan agar tidak membuat masyarakat yang lain dengan mudah terpapar," ucapnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas