Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Olahraga Publik Miliki Risiko Penularan Covid-19 yang Tinggi

Kita berkeringat itu makin banyak airnya, aerosolnya, itu akan bisa membuat penularan Corona lebih gampang jadi lebih mudah

Olahraga Publik Miliki Risiko Penularan Covid-19 yang Tinggi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Pusat Kebugaran, Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengizinkan fasilitas olahraga luar ruangan untuk kembali dibuka untuk publik pada fase pertama 5-7 juni, sedangkan untuk fasilitas olahraga dalam ruangan kembali dibuka pada fase kedua pada bulan Juli. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter Spesialis Olahraga Anita Suryani mengungkapkan tempat olahraga publik atau pusat kebugaran memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

"Yang perlu kita ingat prinsipnya adalah pusat kebugaran, tempat olahraga publik itu adalah tempat yang beresiko tinggi," ujar Anita di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Anita mengatakan olahraga publik masuk dalam aktivitas aerosol generating procedur (AGP) yakni aktivitas yang dapat menimbulkan aerosol.

Menurut Anita, aerosol membuat droplet menjadi semakin kecil sehingga bisa bertahan makin lama di udara.

Baca: Klaster Pondok Pesantren di Wonogiri, Berawal Seorang Pengasuh hingga 35 Orang Positif Covid-19

"Kita berkeringat itu makin banyak airnya, aerosolnya, itu akan bisa membuat penularan Corona lebih gampang jadi lebih mudah," ucap Anita.

Anita mengungkapkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga merekomendasikan untuk latihan fisik olahraga di rumah saja.

Meski begitu, Anita mengatakan terdapat keuntungan nonmedis dalam melakukan olahraga di di pusat kebugaran.

Anita mengatakan olahraga di tempat olahraga publik diperbolehkan asal memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita ada protokol-protokol kesehatan yang membuat kita jadi bisa. Kita dapat manfaat olahraganya tapi kita juga aman," pungkas Anita.
 

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas