Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Praktisi Kesehatan Anggap Rapid Test Masih Dibutuhkan

Walaupun validasi kondisi pasien terhadap Covid-19 hanya bisa dihasilkan dari tes PCR, rapid test tetap penting dan harus dilakukan paling awal

Praktisi Kesehatan Anggap Rapid Test Masih Dibutuhkan
Muh Abdiwan/Tribun Timur
Ratusan warga Gowa mengikuti rapid test gratis di Gedung Haji Bate, Jl Tumanurung, Sungguminasa, Senin (13/7/2020). (TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan rapid test atau tes cepat secara massal untuk melacak penyebaran penyakit menular Covid-19 masih dibutuhkan.

Meski begitu produk alat rapid test virus Covid-19 harus memenuhi standar validasi Litbangkes dan nomor izin edar alat kesehatan (alkes) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal itu disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Christian Silman dan Wakil Ketua Komite Kadin Indonesia Anton Adam Nangoy di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut Christian, walaupun validasi kondisi pasien terhadap Covid-19 hanya bisa dihasilkan dari tes PCR, rapid test tetap penting dan harus dilakukan paling awal.

"Rapid test masih dibutuhkan. Mengapa? Rapid test sangat membantu screening masyarakat terutama di daerah- daerah yang belum bisa melakukan tes PCR secara masif," kata Christian.

Christian menjelaskan ada tiga alasan kenapa rapid test tetap harus dilakukan. Pertama, meski sudah banyak mesin PCR, tetap terbatas.

Baca: 14 Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar Positif Covid-19 setelah Reaktif saat Rapid Test

"Jadi tidak mungkin dan tidak direkomendasikan seluruh penduduk di Indonesia dilakukan uji swab dengan mesin-mesin PCR," ujarnya.

Kedua, jelas dia, untuk mengetahui prevalensi sebagai basis data epidemiologi seberapa banyak orang di Indonesia yang telah dan sedang terkena Covid-19.

Ketiga, untuk menekan beban biaya sistem kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas