Tribun

Virus Corona

Unair Berhasil Racik Obat Corona, BPOM Diminta Segera Uji Laboratorium

Keberhasilan UNAIR dalam meracik obat Corona atau Covid-19 diapresiasi. BPOm pun diminta segera melakukan uji laboratorium.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Unair Berhasil Racik Obat Corona, BPOM Diminta Segera Uji Laboratorium
instagram/exploreunair
UNAIR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi keberhasilan Universitas Airlangga (Unair) dalam meracik obat Corona atau Covid-19.

Saleh berharap keberhasilan ini dapat berkontribusi dalam memulihkan masyarakat yang terpapar virus covid-19.

Ia menyebut hal itu adalah bukti di mana perguruan tinggi sangat kontributif dalam menjawab persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Kita harus sampaikan salam hormat kepada UNAIR, khususnya kepada para penelitinya. Semoga penemuan ini dapat mengkhiri kekhawatiran banyak pihak akan bahaya Covid-19 yang masih merebak saat ini," kata Saleh kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

Baca: Obat Covid-19 dari Unair Sukses Sembuhkan 754 Pasien,KSAD Jenderal Andika Perkasa: Tinggal Izin BPOM

Baca: Mengaku Punya Kelainan Seksual Sejak Kecil, Gilang Bungkus Jadi Tersangka dan Didepak dari Unair

Pelaksana Harian Ketua Fraksi PAN DPR RI ini mendorong agar pemerintah segera memproduksi obat Corona ini.

Untuk itu, BPOM diharapkan segera melakukan uji laboratorium sehingga izin produksi dan edarnya bisa dikeluarkan.

Menurutnya, jangan ada kendala birokrasi yang menghambat. Sudah sepatutnya semua pihak ambil bagian dalam keberhasilan ini.

Jika izin produksi dan izin edar sudah dikeluarkan, satgas penanganan Covid-19 diminta untuk segera mendistribusikan obat tersebut ke seluruh rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.

Per hari ini, ada 40.296 pasien covid yang sedang dirawat di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia. Obat ini harus diberikan kepada seluruh pasien tersebut.

"Kalau tidak salah, obat ini diklaim sebagai obat Covid-19 pertama di dunia. Tentu ini sangat membanggakan. Karena itu, selain diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga boleh berbagi dengan negara-negara lain," ujarnya.

"Sebelum vaksin ditemukan, obat ini adalah solusi yang bisa ditawarkan. Setidaknya, ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat virus corona," pungkas anggota dewan dapil Sumut II itu.
--

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas