Tribun

Pengamat Paparkan Bahaya Ide Wakapolri Libatkan Preman Pasar untuk Pengawasan Protokol Kesehatan

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono punya ide libatkan preman pasar untuk pengawasan protokol kesehatan. Ide ini menuai kritik, bahaya

Editor: Yudie Thirzano
Pengamat Paparkan Bahaya Ide Wakapolri Libatkan Preman Pasar untuk Pengawasan Protokol Kesehatan
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Wacana Wakapolri Rekrut Preman untuk Awasi Warga 

IKAPPI DKI Jakarta pun mendorong agar pemerintah atau apparat keamanan (TNI – POLRI) menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan diharapkan oleh para pedagang, agar para pedagang merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.

"Lebih baik pelibatan Pramuka atau personel IKAPPI untuk membantu memberikan penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para pedagang di pasar dengan cara yang lebih humanis ketimbang ide melibatkan preman pasar yang cenderung justru kurang humanis dan tidak mengayomi para pedagang," katanya.

"Pedagang sudah tertekan kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini" pungkas Miftah.

Diberitakan, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono berencana memberdayakan preman pasar untuk membantu pengawasan protokol kesehatan di pasar.

“Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster pasar, di situ kan ada 'jeger-jegernya' di pasar, kita jadikan penegak disiplin," kata Gatot di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020) seperti dilansir dari ANTARA.

Kendati demikian, menurut Gatot, TNI-Polri akan tetap mengawasi para preman tersebut agar tidak melanggar aturan dan tetap mengedepankan cara humanis.

Dukungan Politisi

Sejumlah politisi saat dikonfirmasi tak menentang ide Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman meyakini niat dari Gatot baik adanya.

Menurutnya preman yang di mata publik kerap susah diatur dapat mendisiplinkan diri dengan adanya pelibatan mereka untuk menertibkan masyarakat. Namun tetap diperlukan pengawasan ketat terhadap para preman.

Baca: Preman Dilibatkan Dalam Penertiban Protokol Kesehatan, Mahfud MD: Preman Bukan Penjahat

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas