Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Apa Itu Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19? Berikut Gejala dan Cara Mengetahui Tanda-tandanya

Happy Hypoxia adalah kurangnya oksigen di dalam darah pasien Covid-19 namun tidak merasakan sesak napas, berikut gejala dan Cara Mengetahuinya

Apa Itu Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19? Berikut Gejala dan Cara Mengetahui Tanda-tandanya
Tribun Pontianak/Anesh Viduka
Warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap mendapat pertolongan di rumah oksigen, di Kantor Dinas Kesehatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (21/9/2019) siang. 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini istilah Happy Hypoxia muncul menjadi perbincangan di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut karena sebagian pasien positif Covid-19 mengalami gejala ini.

Dokter Spesialis Paru Dr Erlina Burhan M.Sc, Sp.P menjelaskan, Happy Hypoxia hanya terjadi pada pasien bergejala Covid-19.

Erlina juga menjelaskan bahwa Happy Hypoxia bukanlah penyakit yang berdiri sendiri melainkan genjala atau kondisi yang dialami pasien Covid-19.

Baca: Kerja dari Subuh, Sopir Ambulans Bongkar Kisah Pilu: Masalah Kemanusiaan, Jangan Anggah Remeh Corona

Lantas apa itu Happy Hypoxia?

Pengertian Happy Hypoxia

Erlina menerangkan, 'Happy Hypoxia' adalah kurangnya oksigen di dalam darah, di mana orang normal dan sehat memililki kadar oksigen 95-100 persen di dalam darahnya, sementara yang sakit hanya 60-70 persen.

"Mestinya orang yang kurang oksigen itu akan sesak tapi ini tidak terjadi beberapa pasien Covid-19 dengan gejala 'Happy Hypoxia'."

"Kenapa? karena adanya kerusakan pada saraf yang menghantarkan sensor saraf ke otak. Lalu otak tidak dapat memberikan respon terhadap sesak tapi pasien tidak ada gejala atau tidak sesak nafas," jelasnya.

Untuk itu, Erlina menuturkan penting bagi setiap pasien Covid-19 mengetahui gejala 'Happy Hypoxia', jika terlambat tertangani dapat berujung kematian.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas