Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Oknum Petugas Medis yang Diduga Melecehkan dan Memeras Penumpang Pesawat Diperiksa Polisi

Polda Metro Jaya memeriksa oknum petugas medis yang diduga melecehkan dan memeras penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Oknum Petugas Medis yang Diduga Melecehkan dan Memeras Penumpang Pesawat Diperiksa Polisi
Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas penumpang saat berada di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). PT Angkasa Pura II Persero tetap menerapkan protokol Covid-19 para penumpang pun diwajibkan membawa persyaratan seperti identitas diri, dokumen penerbangan dan hasil rapid test atau PCR test negatif Covid-19, Ketatnya persyaratan bagi penumpang pesawat yang akan berpergian membuat kondisi bandara sepi dari biasanya. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa oknum petugas medis yang diduga melecehkan dan memeras penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Insiden ini pertama kali diceritakan seorang warganet yang belakangan diketahui LHI (23).

"Kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Namun demikian, Yusri enggan membeberkan identitas terduga petugas kesehatan tersebut.

Dia menyebutkan penyidik masih mendalami peristiwa tersebut.

Menurut Yusri, kejadian bermula ketika LHI mengunggah kicauan di akun twitter miliknya @listongs.

Dalam cerita itu, LHI mengaku telah menjadi korban pelecehan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum petugas medis di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Baca: Selain Minta Uang Lebih, Oknum Petugas Rapid Test Bandara Soetta Raba Tubuh Wanita hingga Menangis

"Sekitar beberapa hari yang lalu di mana si L ini melakukan cuitan di twitter bahwa pada saat yang bersangkutan mau berangkat ke Nias pada saat itu agar untuk di rapid tes dulu," ungkap Yusri.

Namun, Yusri mengatakan hasil rapid tes LHI ternyata hasilnya reaktif. Selanjutnya, oknum petugas medis tersebut menawarkan bisa mengubah hasil tes rapid tes itu asalkan diberikan sejumlah uang.

"Si petugas kesehatan tawari untuk bisa diubah hasil rapid test nya agar bisa aktif itu. Tetapi dengan syarat harus disiapkan Rp 1,4 juta dan yang bersangkutan melakukan transfer. Tetapi lanjut dari situ dia dilakukan pelecehan," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas