Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Serapan Anggaran PEN Covid-19 Hampir 50 Persen

Menurut Budi, target serapan anggaran di kuartal ke IV ini, sama dengan di kuartal sebelumnya yakni minimal Rp 100 triliun.

Serapan Anggaran PEN Covid-19 Hampir 50 Persen
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa serapan anggaran penanggulangan Covid-19 hingga pekan ke dua Oktober 2020 telah mencapai RP 343,4 atau hampir 50 persen dari total anggaran Rp 695,2 triliun.

Sebelumnya pada kuartal tiga serapan anggan Covid-19 sebesar Rp 150 triliun. 

"Mudah-mudahan sisa waktu kita sampai akhir tahun bisa kita manfaatkan untuk semaksimal mungkin menyalurkan sisa anggaran mencapai Rp695,2 triliun," kata Budi dalam konferensi pers si Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, (21/10:2020).

Menurut Budi, target serapan anggaran di kuartal ke IV ini, sama dengan di kuartal sebelumnya yakni minimal Rp 100 triliun.

Harapannya dengan serapan anggaran tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kami juga ingin sampaikan bahwa  kami juga memiliki target yang kurang lebih sama dengan kuartal III, Minimal Rp. 100 triliun kita bisa salurkan melalui program PEN ini. Sehingga bisa membantu, mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke IV ini," katanya.

Baca juga: Kronologi Pasien Positif Covid-19 Kabur Lalu Berbaur dengan Massa Demo Anti UU Cipta Kerja

Sejumlah sektor menurut Budi, serapan anggarannya masih rendah. Salah satunya sektor kementerian/lembaga dan Pemda.

Oleh karena itu ia sangat berharap dengan adanya inisiatif dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif, mampu mendongkrak serapan anggaran di sektor Kementerian dan lembaga.

Adapun dari 695,2 triliun sektor yang paling tinggi serapan anggarannya yakni perlindungan sosial sebesar 81,94 persen dari total pagu anggaran 203,90 triliun, lalu UMKM sebesar 74,39 triliun dari pagu 123,47 triliun, lalu sektor kesehatan sebesar 31,78 triliun dari pagu 87,55 triliun, insentif usaha 24,61 triliun dari pagu 120,61 triliun, lalu sektor kementerian/lembaga dan Pemda yakni 26,39 triliun dari total pagu anggaran 106,11 triliun, dan pembiayaan koperasi 0 persen dari total pagu anggaran 53,60 triliun.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas