Tribun

Penanganan Covid

Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah Perketat Kedatangan Internasional

Langkah tersebut diambil untuk menyikapi munculnya varian baru dari virus Sars-Cov2 di South Wales Inggris, sehingga diharapkan

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah Perketat Kedatangan Internasional
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi: Petugas medis melakukan rapid test antigen kepada penumpang kereta api di Stasiun Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/12/2020). Hari pertama layanan rapid test antigen di Stasiun Gubeng jumlah pesertanya membludak. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan bahwa Satgas Pengamanan Covid-19 telah turut menyempurnakan regulasi pelaku perjalanan dengan melakukan adendum Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Langkah tersebut diambil untuk menyikapi munculnya varian baru dari virus Sars-Cov2 di South Wales Inggris, sehingga diharapkan tidak memperparah perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Saat ini, sejumlah negara di Eropa dan Australia melaporkan telah mengidentifikasi virus serupa yang dinamakan Sars-Cov-2-VUI2020-12/01.

Baca juga: Aturan Vaksinasi Virus Covid-19 di Indonesia Resmi Terbit, Ini 6 Kelompok yang Diprioritaskan

"Khususnya memperketat kedatangan pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa dan Australia. Karena ditemukannya varian baru, maka berpotensi terdistribusi ke negara lain," kata Wiku dalam keterangan pers BNPB, Jumat, (25/12/2020).

Dalam surat edaran itu mengatur beberapa tahapan bagi warga negara asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara asing.

Khusus WNA dari Inggris, baik secara langsung maupun transit di negara asing, tidak dapat memasuki wilayah Indonesia untuk sementara waktu.

Baca juga: Kisah Umat Kristiani Jalani Misa Natal Virtual di Masa Pandemi Covid-19

Dan bagi WNA dari wilayah Eropa dan Australia, baik secara langsung dan transit harus menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR yang dikeluarkan fasilitas kesehatan di negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum tanggal jam keberangkatan.

Sedangkan bagi WNI yang datang dari negara Eropa dan Australia baik secara langsung maupun transit di negara asing, juga harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Sementara untuk ketentuan kedatangan WNA dari negara lain, juga sudah diatur dalam Surat Edaran No. 3 Tahun 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas