Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Terbongkar Penjualan Surat Bebas Covid-19, Satgas: Petugas Perketat Pemeriksaan Pelaku Perjalanan

Petugas akan memperketat pemeriksaan surat bebas Covid-19 di pintu kedatangan domestik maupun bandara.

Terbongkar Penjualan Surat Bebas Covid-19, Satgas: Petugas Perketat Pemeriksaan Pelaku Perjalanan
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Viral jual beli surat bebas covid-19 palsu 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa petugas akan memperketat pemeriksaan surat bebas Covid-19 di pintu kedatangan domestik maupun bandara.

Hal ini menyusul terbongkarnya sindikat yang memalsukan surat tes polymerase chain reaction (PCR) dengan cara diperjualbelikan.

"Petugas verifikator surat tes PCR, tes antigen atapun tes antibodi di bandar udara, terminal ataupun pelabuhan, ini akan terus mengetatkan protokol di pintu masuk kedatangan dengan tujuan mencegah imported case," Kata Wiku, Kamis, (21/1/2021).

Menurut Wiku menyalahgunakan atau memalsukan surat hasil tes Covid-19 dapat diberikan sanksi pidana.

Baca juga: 6 Fakta Sindikat Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Untung Miliaran Rupiah

Baca juga: Swab Antigen dan PCR Mahal, DPR Dukung Produksi Massal GeNose Agar Biaya Test Covid-19 Lebih Murah

Hal ini sudah ditegaskan melalui pasal 267 ayat 1 dan pasal 267 ayat 1 KUHP.

"Dengan ancaman pidana kurungan selama 4 tahun. Baik yang membuat ataupun menggunakannya," katanya.

Wiku meminta masyarakat untuk disiplin mengikuti peraturan pemerintah terkait antisipasi penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan mengantongi surat keterangan berdasarkan hasil tes kesehatan resmi dalam melakukan perjalanan.

"Meskipun melakukan perjalanan domestik. Hal ini juga bertujuan untuk menekan penularan yang berpotensi disebarkan dari para pelaku perjalanan yang masuk ataupun keluar antar daerah di Indonesia," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas