Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Gejala yang Dirasakan Bupati Sleman saat Dinyatakan Terpapar Covid-19 Seminggu Setelah Divaksin

Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku merasakan kondisi seperti saat akan terkena flu, yakni gejala batuk dan suhu badan yang tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Ini Gejala yang Dirasakan Bupati Sleman saat Dinyatakan Terpapar Covid-19 Seminggu Setelah Divaksin
Dok Pemkab Sleman
Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjalani rapid test antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021). - Bupati Sleman, Sri Purnomo, menceritakan apa yang ia rasakan saat dinyatakan terpapar Virus Corona seminggu setelah disuntik Vaksin Sinovac. 

Setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, Sri langsung melakukan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit.

"Setelah dinyatakan positif, saya diperiksa kemudian kami dicek thorax melalui ct scan dan foto rontgen hasilnya semuanya bersih, terus saya memilih isolas mandiri di rumah," sambungnya.

Saat ini, kondisi dirinya cukup sehat dan sedang menjalani isolasi mandiri.

"Kondisi fisik saya sehat wal afiat, seperti tidak ada apa-apa, cuma karena dinyatakan positif ya kita taat aturan isolasi mandiri," kata dia.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang telah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Baca juga: KRONOLOGI Bupati Sleman Sri Purnomo Positif Covid-19 setelah Menerima Vaksin, 2 Kali Lakukan Tes

Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Sepekan setelah Divaksin, Ini Cara Kerja Vaksin Covid-19

Bukan dari Vaksin

Di sisi lain, Sri meyakin meyakini dirinya terpapar Virus Corona bukan dari vaksinasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya meyakini hasil swab positif ini bukan dari vaksin yang saya terima. Karena vaksin dibuat dari virus yang telah mati," ujar Sri dalam keterangan yang ia unggah di Instagramnya @sripurnomosp.

Ia meyakini dirinya terpapar virus itu karena tertular menginat jarak dari vaksinasi itu sekitar satu minggu, sehingga imun ditubuhnya belum terbentuk.

"Tidak ada laporan di dunia yang menyatakan virus mati divaksin itu kembali hidup. Jadi saya pasti tertular. Kalau baru 1x vaksin kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk," sambungnya.

"Ya saya alami ini bukan termasuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imuniasi," imbung dia.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi dan juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan meski telah divaksin.

"Mari kita teruskan terget vaksinasi sampai 70% masyarakat Indonesia. Dan kita tetap berjuang dengan berdisiplin protokol kesehatan agar pandemi ini berkurang," jelasnya.

(Tribunnews.com/Tio)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas