Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Jokowi Tegaskan PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Dalam beberapa pekan setelah penerapan PPKM berskala mikro, mulai kelihatan ada penurunan kasus Covid-19.

Jokowi Tegaskan PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia
capture video
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif Covid-19 untuk mengendalikan pandemi virus corona melalui sejumlah kebijakan.

Satu bentuk upaya pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19 adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.

Baca juga: Petugas Evakuasi Pasien Covid-19 yang Terjebak Banjir 2 Meter Saat Isolasi Mandiri di Jatinegara

Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.

"Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun," kata Jokowi dalam siaran pers yang dibagikan Biro Pers pada Sabtu (20/2/2021).

Namun, dalam beberapa pekan setelah penerapan PPKM berskala mikro, mulai kelihatan ada penurunan kasus Covid-19.

Baca juga: Saat Ini Tercatat Ada 158.197 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

"Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu," kata Jokowi.

Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.

Baca juga: Sebanyak 1,078 Juta Orang Sembuh Dari Covid-19 Hingga 20 Februari 2021

"Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas