Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Jangan Tunda Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19

Setelah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, penerima sasaran diharapkan melanjutkan suntikan dosis kedua.

Jangan Tunda Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI DOSIS KEDUA - Petugas saat menyiapkan vaksinasi Covid-19 dosis dua kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Gayungan, Minggu (14/2). Vaksinasi Covid-19 serentak untuk tenaga kesehatan (nakes) digelar serentak di seluruh Puskesmas di Surabaya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Setelah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, penerima sasaran diharapkan melanjutkan suntikan dosis kedua.

Pemberian dosis kedua ini diharapkan tepat waktu dari jadwal yang telah ditetapkan yakni dengan interval 14 hari bagi kelompok non lansia dan 28 hari untuk lansia.

Para ahli mengemukakan bahwa ada alasan mengapa pemberian dosis kedua tidak boleh tertunda terlalu lama.

Dikutip dari DW Indonesia Kamis (25/2/2021), vaksinasi dosis kedua sangat diperlukan, karena ini ibarat "booster" roket pendorong yang memicu imunitas tubuh lebih kuat.

Pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua yang lebih lambat dikhawatirkan bisa memicu lebih banyak mutasi virus.

Baca juga: Antisipasi Kejadian Ikutan Pasca Vaksin, Legislator PKS Imbau Segera Bentuk Satgas KIPI 

Baca juga: Presiden Berharap Vaksinasi pada Jurnalis Beri Perlindungan Saat di Lapangan

"Terdapat kemungkinan, perubahan skema pemberian dosis kedua vaksin virus corona semacam itu akan mempertinggi laju mutasi virus," demikian peringatan Florian Krammer, peneliti vaksin dari Icahn School of Medicine di New York dalam sebuah konferensi pers Science Media Center (SMC).

Ahli di dalam negeri Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Spa(K), MTropPaed menjelaskan, kekebalan akan tercipta maksimal dalam kurun waktu 28 hari pasca penyuntikan kedua.

Vaksinasi Covid-19 jurnalis, Kamis (25/2/2021) di GBK.
Vaksinasi Covid-19 jurnalis, Kamis (25/2/2021) di GBK. (Asosiasi Media Siber Indonesia)

“Meskipun sudah divaksinasi, dalam dua minggu kedepan sangat amat rawan terpapar,” tuturnya beberapa waku lalu.

Ia menambahkan, vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan.

Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

“Oleh karena itu setelah diimunisasi tetap harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjauhi kerumunan, karena masih rawan, kalau kita lengah bisa saja terjadi hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas