Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Kejadian Ikutan Vaksin AstraZeneca di Sulut Tergolong Ringan

Pemerintah terus berupaya menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat melalui survalians KIPI secara berkesinambungan dan terbuka.

Satgas Covid-19: Kejadian Ikutan Vaksin AstraZeneca di Sulut Tergolong Ringan
Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021) yang juga disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa berdasarkan analisis oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), efek samping yang dialami penerima vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara (Sulut) tergolong ringan.

"Dari laporan yang diterima Komda KIPI Sulut, menunjukkan bahwa kejadian ikutan yang muncul pada beberapa penerima vaksin di antaranya menggigil, demam, dan pegal, adalah reaksi yang tergolong ringan," kata Wiku dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/4/2021).

Pemerintah, kata Wiku, terus berupaya menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat melalui survalians KIPI secara berkesinambungan dan terbuka.

Pemerintah terus menerima seluruh masukan pakar di tingkat nasional seperti ITAGI yakni Indonesia Technical Advisory Group on Immunization, maupun global seperti GAVI. Global Alliance for Vaccine and Immunization.

"Dari kejadian ini, masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah tidak berhenti melakukan monitoring setelah proses vaksinasi dilakukan. Namun terus menerus diamati dampaknya demi proses vaksinasi ke depan yang lebih baik," katanya. 

Baca juga: Badan Kesehatan di Amerika Jelaskan Mengapa Beberapa Orang Terinfeksi Covid-19 meski Sudah Divaksin

Sebelumnya, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara dilanjutkan kembali.

Hal itu menyusul adanya laporan KIPI usai menerima suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Kemarin sore saya laporkan ke Pak Menteri Kesehatan bahwa semua yang dilaporkan telah dilakukan investigasi dan data menunjukan semuanya KIPI ringan," ujar Hindra saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/3/2021).

"Semua sudah pulang ada satu orang yang mesti dilakukan observasi mudah-mudahan orang tersebut sudah bisa pulang hari ini karena laporan laboratorium dan semua penelitian normal," sambung dia.

Ia memaparkan, KIPI yang ditemukan berupa muntah, demam, sakit kepala, nyeri otot, merupakan gejala ringan yang biasa ditemukan.

Selain itu, jumlah kasus yang ditemukan lebih rendah dari angka yang diperlihatkan fase 1, fase 2, fase 3 pada waktu dilakukan uji klinis AstraZeneca di beberapa negara di dunia.

"Saya tidak hapal (total kasus KIPI di Sulut), tapi proporsinya sangat rendah jika dibandingkan ribuan vaksin yang diberikan tentunya, yakni 4.000 atau 6.000 (dosis vaksin)," jelas Hindra.

Dari hasil kajian tersebut ia menuturkan, Komnas KIPI merekomendasikan vaksinasi dilanjutkan karena vaksin AstraZeneca aman digunakan.

"Jadi kami membuat surat kepada Komda KIPI bahwa dari hasil kajian bahwa KIPI-nya ringan. Untuk itu kita menyatakan bahwa vaksin ini aman dan dapat diteruskan program vaksinasinya dan mudah-mudahan komda KIPI nya disampaikan ke Kadinkes untuk diteruskan ke Gubernur supaya vaksinasinya dapat diteruskan kembali," ujar dia.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas