Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gelombang Pandemi Ke-5 di Jepang Capai Puncak November 2021 Bila Tidak Divaksin

Gelombang pandemi Corona di Jepang akan muncul puncaknya di bulan November 2021 apabila saat ini tidak semua orang di vaksinasi.

Gelombang Pandemi Ke-5 di Jepang Capai Puncak November 2021 Bila Tidak Divaksin
Foto NHK
Simulai pandemi corona di Jepang apabila tidak divaksinasi akan muncul puncaknya di bulan November 2021 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Gelombang pandemi Corona di Jepang akan muncul puncaknya di bulan November 2021 apabila saat ini tidak semua orang di vaksinasi.

Prediksi dibuat Profesor Setsuya Kurahashi dari Universitas Tsukuba, yang telah mengerjakan prediksi infeksi dalam proyek simulasi Sekretariat Kabinet.

"Modelnya adalah Tokyo. Ini adalah perubahan jumlah orang yang terinfeksi dari akhir Mei tahun lalu ketika keadaan darurat pertama dicabut hingga akhir Maret tahun ini," papar Kurahashi diwawancarai NHK kemarin (27/4/2021).

"Mulai saat ini kami memperkirakan jumlah orang yang tertular di masa yang akan datang, dengan asumsi pola peningkatan dan penurunan jumlah orang yang tertular dan pembatasan perilaku sosial akan terulang seperti sebelumnya."

Yang pertama adalah jika  tidak memvaksinasi. (Garis oranye tua pada grafik)

Jumlah orang yang baru terinfeksi di "Gelombang Keempat", yang sekarang mulai meningkat, mencapai puncaknya pada pertengahan Mei dan menurun sekali, tetapi kemudian sekitar bulan Oktober, penyebaran cepat "Gelombang Kelima" terjadi. Itu menjadi kemungkinan hasil perhitungan.

Lalu, sejauh mana penyebaran infeksi ini bisa ditekan dengan vaksinasi yang mulai gencar dilakukan bulan ini?

"Yang Anda perlukan untuk membuat prediksi adalah informasi tentang "kemanjuran vaksin tinggi" dan kecepatan vaksinasi. Saya merujuk pada risalah Israel terbaru, di mana sekitar 60% populasinya telah divaksinasi dua kali (per April). Menurut analisis terhadap data yang sangat banyak dari 1,2 juta orang yang menerima vaksin, vaksin tersebut 94% efektif dalam mencegah timbulnya virus bahkan ketika virus "mutasi N501Y" yang sangat menular tersebar luas."

Baca juga: BREAKING NEWS Corona di Indonesia Rabu 28 April: Tambah Kasus Positif 5.241, Total 1.657.035

Di sisi lain, terkait kecepatan vaksinasi di Tokyo, kami berasumsi bahwa "hingga 0,5% warga Tokyo akan divaksinasi per hari" dengan mengacu pada kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas