Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Covid-19 Mengamuk, Sebagian Miliarder India Kabur ke Luar Negeri, Ada yang Berdiam Diri di Rumah

Beberapa orang terkaya di India menyelamatkan diri dari amukan covid-19. Ada yang kabur ke luar negeri, ada juga yang berdiam diri di rumah.

Covid-19 Mengamuk, Sebagian Miliarder India Kabur ke Luar Negeri, Ada yang Berdiam Diri di Rumah
AP
Pasien covid di India. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BANGALORE - Beberapa orang terkaya di India menyelamatkan diri dari amukan covid-19.

Para miliarder ini seolah membangun 'gelembung keselamatan' bersama keluarga dan staf mereka, sementara yang lain pergi mengungsi ke rumah yang berada di luar kota-kota besar bahkan egara lain.

Ini mereka lakukan karena kebangkitan virus corona (Covid-19) yang membanjiri sistem medis negara itu dan membuat negara lain menutup perbatasan serta menghentikan sementara perjalanan ke dan dari India.

Dikutip dari laman deccanherald, Senin (3/5/2021), miliarder sekaligus salah satu Pendiri raksasa IT Infosys Ltd., Kris Gopalakrishnan mengatakan bahwa keluarganya berdiam di rumah untuk menghindari kontak luar dan hanya mengkonsumsi makanan rumahan.

Baca juga: Inul Daratista Komentari Padatnya Pengunjung Tanah Abang, Jangan Sampai Seperti di India 

Baca juga: Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India

"Saya hanya berada di dalam rumah bersama keluarga dan staf kami, untuk menghindari kontak luar," kata Gopalakrishnan.

Sementara itu, Pendiri Infosys lainnya, Nandan Nilekani mengatakan dalam pesan teksnya bahwa ia juga bersembunyi di dalam rumahnya di Bangalore yang disebut sebagai silicon valley atau ibu kota teknologi India.

Nilekani bersembunyi di rumahnya saat gelombang kedua yang lebih mematikan dari kasus Covid-19 ini menghantam negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021.
Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021. (Money SHARMA / AFP)

Perlu diketahui, kembalinya virus tersebut mendorong banyak keluarga kaya untuk meninggalkan India, beberapa diantaranya kabur menggunakan jet pribadi, sebelum negara-negara seperti Australia hingga Inggris mulai melarang penerbangan dari tempat yang sekarang menjadi pusat Covid-19 dunia itu.

Sedangkan keluarga kaya lainnya memutuskan untuk berdiam diri di dalam rumah dan menjalankan kerajaan bisnisnya yang luas dari rumah mereka.

Namun diantara mereka masih ada yang dermawan memberikan bantuan penting bagi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti oksigen dan Alat Pelindung Diri (APD).

Byju Raveendran, miliarder pendiri perusahaan rintisan paling berharga di India, yakni penyedia pendidikan online Byju's, mengurung diri bersama keluarga besarnya di kompleks rumah mewahnya yang luas di lingkungan HSR Bangalore.

Kawasan itu populer disebut sebagai Unicorn Row karena rumah bagi sekumpulan perusahaan rintisan bernilai lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Staf pribadi keluarga kami juga tinggal bersama kami. Sistem pendukung di sini sangat kuat dan kontak dari luar sangat minim," kata Raveendran.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas