Tribun

Penanganan Covid

Pascalebaran, Vaksinasi Dikebut Jadi 1 Juta Per Hari

Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksinasi Covid-19 terus dikebut

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pascalebaran, Vaksinasi Dikebut Jadi 1 Juta Per Hari
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi: Petugas medis menyiapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca sebelum disuntikkan kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ambil bagian dari vaksinasi pekerja ritel sebanyak 150 ribu orang, yang terbagi menjadi dua yaitu 60.000 karyawan ritel di bawah naungan Aprindo yang bekerja pada 5 (lima) wilayah DKI Jakarta dan 90.000 untuk masyarakat sasaran pemerintah dan khususnya juga para pelaku UMKM dari lima wilayah DKI Jakarta. Tribunnews/Herudin 

*Alur Vaksinasi Disederhanakan

*Anggota DPR Khawatir Stok Vaksin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksinasi Covid-19 terus dikebut. Pascalebaran cakupan vaksinasi akan dikejar mencapai 1 juta per hari.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyederhanakan meja vaksinasi yang sebelumnya empat meja menjadi dua meja.

Penyederhanaan dimaksudkan agar proses vaksinasi lebih efisien dan efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kerumunan akibat dari waktu tunggu yang lama.

Koordinator Substansi Imunisasi Asik Surya memaparkan, dalam alur vaksinasi sekarang hanya terbagi dalam dua meja yakni meja 1 untuk screening dan vaksinasi serta meja 2 untuk pencatatan dan observasi.

Baca juga: Catat Kasus Baru Covid-19 Tertinggi, Warga Malaysia Diminta Self Lockdown

Ruang tunggu digunakan untuk menunggu sasaran yang datang. Di ruang tunggu ini akan ada petugas mobile yang akan melakukan pengecekan sasaran melalui pedulilindungi.id dan membagikan kertas kendali yang harus diisi oleh sasaran.

Setelah dari ruang tunggu, selanjutnya peserta menuju meja 1. Di meja ini, setelah sasaran menjalani skrining kesehatan dan dinyatakan layak menerima vaksin, maka dapat langsung diberikan vaksin di meja tersebut.

Petugas selanjutnya harus mengisi hasil dari skrining dan vaksinasi di kertas kendali.

“Ketika peserta sudah lolos skrining itu bisa langsung diberikan vaksin di meja tersebut, jadi tidak perlu pindah-pindah,” kata Asik dalam Sosialisasi Penyederhanaan Alur Pelayanan Vaksiansi Regional Tengah kemarin.

Baca juga: Satgas: Pembekuan Darah Tak Terkait dengan Vaksin Covid-19

Sementara di meja 2, petugas harus menginput kertas kendali ke dalam P-care, observasi serta cetak kartu vaksinasi.

Penyederhanaan alur ini memiliki banyak kelebihan diantaranya mempermudah sasaran karena meja yang harus dilalui lebih sedikit, pengopreasian P-Care jauh lebih mudah karena hanya memakai 1 user serta mengurangi adanya penumpukan sasaran.

Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Prima Yosephine menambahkan, penyederhanaan alur ini telah diujicoba di 4 provinsi diantaranya DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Malaysia Catat Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, 7.478 Kasus Baru Rabu Ini

“Mekanisme pelayanan alur vaksinasi dengan model 2 meja ini bisa mulai dilakukan pada 3 Mei 2021 dengan masa transisi selama 2 minggu,” imbuhnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas