Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenkes Siapkan 72 Ribu Tempat Tidur Covid-19, 31 Ribu Telah Terpakai

Menkes udi Gunadi Sadikin menyebut telah terjadi peningkatan penggunaan tempat tidur isolasi Covid-19 di rumah sakit pasca libur Lebaran.

Kemenkes Siapkan 72 Ribu Tempat Tidur Covid-19, 31 Ribu Telah Terpakai
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ruangan isolasi mandiri pasien Covid-19 di GOR Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (27/9/2020). SKemenkes Siapkan 72 Ribu Tempat Tidur Covid-19, 31 Ribu Telah TerpakaiWarta Kota/Henry Lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut telah terjadi peningkatan penggunaan tempat tidur isolasi Covid-19 di rumah sakit pasca libur Lebaran.

"Kita sudah menyadari dan sudah mempersiapkan adanya peningkatan kasus pasca liburan," ucapnya konferensi pers virtual yang disiarkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).

Untuk itu Kementerian Kesehatan, telah mempersiapkan 72 ribu tempat tidur isolasi sebagai antisipasi terburuk, jika semua yang positif harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Menkes Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran Berlangsung Hingga Juli 2021

Baca juga: Jalankan Perintah Panglima TNI dan Kapolri, 90 Pasien Isolasi Mandiri di Kudus Dibawa ke Asrama Haji

Ia menyebut, dari laporan per tanggal 18 Mei baru terisi sekitar 22 ribu, namun kini naik menjadi 31 ribu.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (Sekretariat Presiden /capture video)

"Alhamdulillah kita masih memiliki cadangan tempat tempat tidur isolasi yang cukup 72 ribu dan sekarang 31 ribu sudah terisi. Kita masih memiliki tempat tidur cadangan yang cukup," ujar mantan wakil menteri BUMN ini.

Menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 berlangsung hingga awal Juli mendatang.

Hal itu didasari pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya.

"Berdasarkan pengalaman kita sebelumnya puncak dari kenaikan kasus terjadi 5-7 minggu dari liburan. Perkiraan kita, kita akan melihat kenaikan kasus sampai akhir bulan ini sampai awal bulan depan (Juli) dengan persiapan yang kita lakukan," terang menkes Budi.

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas