Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Hasil Penelitian Pemerintah Inggris Tunjukkan Vaksinasi Kurang Efektif Melawan Varian Delta

Penelitian terbaru pemerintah Inggris menemukan bahwa vaksinasi tak efektif lawan varian baru virus corona (Covid-19) B.1.67.2 atau Delta.

Hasil Penelitian Pemerintah Inggris Tunjukkan Vaksinasi Kurang Efektif Melawan Varian Delta
Shutterstock
Ilustrasi vaksinasi. Hasil Penelitian Pemerintah Inggris Tunjukkan Vaksinasi Kurang Efektif Melawan Varian Delta 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Inggris menemukan bahwa vaksinasi yang dilakukan secara penuh menunjukkan hasil yang kurang efektif melawan varian baru virus corona (Covid-19) B.1.67.2 atau Delta.

Begitu pula vaksinasi yang diberikan hanya satu dosis.

Meskipun sebagian besar masih menunjukkan efikasi dalam melawan varian tersebut.

Baca juga: Sikapi Temuan Virus Corona Varian Delta, Perusahaan Di Guangzhou Pakai Kendaraan Tanpa Pengemudi

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Disebut Lebih Menular dan Berbahaya Dibandingkan Alpha

Sementara pada varian lainnya yakni B.1.1.7 atau Alpha Inggris, vaksinasi menunjukkan efikasi yang lebih baik.

Dikutip dari laman New York Magazine, Kamis (10/6/2021), penelitian menemukan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 memberikan perlindungan 81 persen terhadap varian Delta.

Sedangkan terhadap varian Alpha, vaksinasi secara penuh ini menunjukkan perlindungan mencapai 87 persen.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (Freepik)

Di sisi lain, satu dosis vaksin hanya mampu memberikan perlindungan sebesar 33 persen terhadap infeksi simtomatik dari Delta.

Sementara itu, dosis yang sama memberikan perlindungan lebih tinggi terhadap varian Alpha, yakni 51 persen.

Jika itu akurat, berarti varian Delta kemungkinan merupakan varian yang saat ini menjadi ancaman terbesar bagi populasi di seluruh dunia yang telah divaksinasi sebanyak satu dosis.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas