Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gejala yang Dialami Jika Terpapar Varian Delta, Pilek, Sakit Kepala dan Tenggorokan, Mirip Flu Berat

Ketua Satgas COVID-19 IDI Prof. Zubairi Djoerban ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian delta memiliki perbedaan dengan varian sebelumn

Gejala yang Dialami Jika Terpapar Varian Delta, Pilek, Sakit Kepala dan Tenggorokan, Mirip Flu Berat
americanmigrainefoundation.org
Ilustrasi sakit kepala. Gejala yang Dialami Jika Terpapar Varian Delta, Pilek, Sakit Kepala dan Tenggorokan, Mirip Flu Berat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Varian B.1617.2 asal India atau yang dinamai varian Delta telah masuk ke Indonesia.

Total ada 104 kasus yang dilaporkan per 13 Juni lalu, dengan sebaran di Kudus, Brebes, Cilacap, dan DKI Jakarta.

Sejumlah studi menyatakan, varian baru memiliki sifat yang gampang menular, seperti yang terjadi di Inggris.

Sebelumnya varian alfa atau B117 banyak ditemukan di negara ratu Elizabeth ini.

Baca juga: Wabah Flu Babi Serang Empat Lawang, Puluhan Babi Hutan Ditemukan Mati, Bangkai tak Dirubung Lalat

Baca juga: Laporan Kesehatan Masyarakat Inggris: Orang yang Tak Divaksin Paling Berisiko Terpapar Varian Delta

Namun kini dilaporkan 90 persen telah didominasi varian Delta.

"Mengapa Delta lebih menular? Karena varian ini memiliki mutasi yang membantunya menyebar sekaligus menghindari sistem imunitas secara parsial," ujar Ketua Satuan Gugus Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban seperti dikutip dari akun twitternya, Kamis (17/6/2021).

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban.
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban. (Tangkap layar YouTube Kompas TV)

Terkait gejala yang ditimbulkan varian ini Zubairi memaparkan, ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini memiliki perbedaan dengan varian sebelumnya.

Jika sebelumnya gejala umum dirasakan seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman.

Baca juga: Kemenkes Sebut Varian Delta India Miliki Tingkat Penularan 60 Persen Lebih Cepat dari Varian Inggris

Baca juga: Studi Inggris Sebut Vaksin Pfizer & AstraZeneca Bisa Melawan Corona Varian Delta hingga 90 %

Namun jika terpapar varian Delta atau yang baru, maka gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat.

"Analisis di The Lancet menunjukkan bahwa risiko masuk rumah sakit dua kali lipat pada mereka yang memiliki varian Delta--dibandingkan dengan Alpha (Inggris). Risiko juga meningkat pada mereka yang memiliki komorbid," terangnya.

Ia mengatakan, vaksin yang ada kini masih memberikan perlindungan. Studi di Inggris membuktikan hal itu terhadap belasan ribu orang yang terinfeksi Delta

"Pfizer-BioNTech memberikan 96 persen perlindungan, sementara AstraZeneca memberikan 92 persen," kata Prof.Zubairi

Dirinya mengimbau agar masyarakat dan pemerintah dapat tegas melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas