Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satgas Covid-19 Beberkan Alasan Tidak Lockdown Saat Kasus Melonjak Drastis

Selain varian baru, kasus positif meningkat karena beberapa hal, seperti masyarakat tidak mematuhi larangan bepergian serta larangan mudik Lebaran

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Satgas Covid-19 Beberkan Alasan Tidak Lockdown Saat Kasus Melonjak Drastis
CDC
Ilustrasi virus corona - Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Hery Trianto menjelaskan bahwa substansi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro adalah kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang berjalan selama ini sama dengan lockdown. 

"Kasus di Kudus, kita tahu di sana ada ziarah setelah Lebaran di Sunan Muria dan Sunan Kudus.

Kemudian itu dianggap salah satu yang memicu penularan. Di Bangkalan juga sama, setelah Lebaran masyarakat punya tradisi berkumpul.

Ketika berkumpul terjadi interaksi, terjadi risiko penularan," kata Hery.

Penyebab lain adalah varian baru Covid-19 yang diduga turut mempercepat penularan.

Baca juga: Wacana Lockdown, Wakil Wali Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Kembali ke PPKM Mikro. Hery mengatakan dengan kebijakan mitigasi risiko hingga tingkat RT/RW semakin mudah.

Hingga saat ini ada puluhan ribu desa yang membentuk posko.

Posko aktif melaporkan perkembangan kondisi di daerah masing-masing. Efektivitas kebijakan PPKM Mikro sudah terlihat sampai pertengahan Mei.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga kita dapat data yang lebih valid tentang apa sebenarnya yang terjadi di berbagai daerah.

Ketika kita bisa memetakan zona risiko hingga ke RT/RW, tentu saja itu akan semakin baik, kita semakin presisi," katanya.

Selain itu, Hery mengatakan, kebijakan mikro lockdown sudah diterapkan beberapa daerah.

Misal, satu RT melakukan mikro lockdown karena ada lima keluarga yang terpapar Covid-19.

"Ini terjadi di beberapa daerah.

Mikro lockdown sudah dilakukan sebenarnya, tapi skalanya mikro," tutur Hery. (Willy Widianto)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas