Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

KPAI Minta Pemerintah Petakan Layanan Covid-19 Untuk Anak-anak

Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra meminta pemerintah memetakan layanan Covid-19 untuk pasien anak-anak.

KPAI Minta Pemerintah Petakan Layanan Covid-19 Untuk Anak-anak
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra meminta pemerintah memetakan layanan Covid-19 untuk pasien anak-anak.

Menurut Jasra, langkah ini perlu dilakukan agar anak-anak mendapatkan pelayanan dengan cepat.

"Dalam pelayanan kepada kasus anak positif, penting pemerintah daerah memetakan layanannya, agar orang tua tenang akan kondisi anaknya dan dapat ditangani dengan cepat," ujar Jasra melalui keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

"Termasuk informasi rumah sakit rujukan covid buat anak, harus segera di petakan. Karena penanganannya akan sangat berbeda dengan orang dewasa," tambah Jasra.

Selain itu, Jasra mengatakan pemerintah perlu menyiapkan perawat, dokter, relawan yang sensitif terhadap.

Menurutnya, anak memerlukan pelayanan khusus dalam perawatan Covid-19.

Baca juga: Jawa Barat Tertinggi, Ini 6 Provinsi Terbanyak Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

"Dalam setiap tindakan yang dilakukan perlu sensitif anak. Seperti kondisi anak melihat jarum suntik, kondisi anak ketika di cek SWAB dengan memasukkan alat kepada anak, artinya berbagai produk dan peralatan medis perlu sensitif dan ramah anak," kata Jasra.

Kementerian, lembaga dan organisasi yang bekerja untuk anak, menurut Jasra, harus mulai membuat panduan dalam menjaga mental anak positif Covid-19.

Informasi yang dibuat, kata Jasra, sebaiknya sesuai dengan anak. Jasra mengatakan langkah ini diperlukan agar informasi yang diterima anak dapat sesuai.

"Agar orang tua dan anak lebih siap mental dalam menjelaskannya. Apalagi bila tertular dari orang tua atau saudara, tentu ada psikologis yang tidak kondusif didalam rumah, karena merasa bersalah, sehingga ketahanan keluarga memburuk," ujar Jasra.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas