Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

PPKM Darurat: WFH Sektor Non Esensial 100 Persen dan Sektor Esensial 50 Persen

PPKM Darurat diterapkan, seluruh karyawan atau pekerja di sektor non esensial bekerja dari rumah alias work from home (WFH).

PPKM Darurat: WFH Sektor Non Esensial 100 Persen dan Sektor Esensial 50 Persen
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi PPKM Darurat. Seluruh karyawan atau pekerja di sektor non esensial bekerja dari rumah alias work from home (WFH) selama penerapan PPKM Darurat. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Implementasi PPKM Darurat tersebut dipimpin Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Terdapat sejumlah aturan pembatasan selama masa PPKM Darurat.

Di antaranya semua karyawan atau pekerja di sektor non esensial seluruhnya dari rumah alias work from home (WFH).

"Ini pelaksanaan pada sektor non esensial itu 100 persen Work from Home," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Aturan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021: Sekolah Dilakukan Online hingga Tempat Ibadah Ditutup Sementara

Sementara itu, untuk pekerja di sektor esensial hanya diperbolehkan maksimal 50 persen pekerja yang bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Itupun dengan syarat penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Adapun yang termasuk pekerjaan di sektor esensial antara lain, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Baca juga: Ini Beda PPKM Mikro dengan PPKM Darurat yang Akan Diberlakukan Mulai 3 Juli 2021

Sementara itu untuk pekerja di sektor kritikal, diperbolehkan seluruh bekerja di kantor atau WFO 100 persen.

Perusahaan yang masuk dalam sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya.

Baca juga: PPKM Darurat di Jawa-Bali Berlaku Mulai 3 -20 Juli 2021: Mal hingga Tempat Ibadah Ditutup, WFH 100%

Selain itu, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, serta utilitas dasar (seperti listrik dan air).

"Serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari berlaku 100 persen maksimum staf, WFO dengan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas