Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Bahas Kesiapan RS Lapangan dan Pasokan Oksigen Selama PPKM Darurat, Menko Luhut: Kita Gerak Cepat

Luhut Pandjaitan memimpin rapat membahas kesiapan rumah sakit lapangan dan ketersediaan oksigen selama masa PPKM Darurat.

Bahas Kesiapan RS Lapangan dan Pasokan Oksigen Selama PPKM Darurat, Menko Luhut: Kita Gerak Cepat
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengelar rapat bersama menteri terkait membahas penanganan Covid-19, Minggu (4/7/2021).

Hal yang dibahas dalam rapat di antaranya kesiapan Rumah Sakit Lapangan (RS Lapangan) dan kemampuan ketersediaan oksigen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Minggu (4/7/2021).

“Di sini kita ada lonjakan penyebaran kasus Covid-19, sehingga PPKM Darurat sudah kita lakukan mulai kemarin sampai nanti 20 Juli 2021. Untuk itu, kita gerak cepat memenuhi kebutuhan produk farmasi dan alkes kita, seperti kesiapan RS Lapangan dan pasokan oksigen,” ujar Luhut dalam keterangan yang diterima.

Untuk itu, semua pihak harus bergerak cepat menyikapi lonjakan kasus Covid-19 dengan menyiapkan berbagai kebutuhan termasuk sarana dan prasarana kesehatan.

Adapun sarana dan prasarana yang disiapkan di antaranya RS Lapangan di Wisma Haji Pondok Gede.

Kedelapan gedung di Wisma Haji Pondok Gede akan difungsikan untuk perawatan intensif, gejala sedang, dan asrama perawat.

Baca juga: 33 Pasien Covid-19 di RS Sardjito Meninggal Akibat Oksigen Habis, DPR Desak Kemenkes Tanggung Jawab

Pemanfaatan dari ruangan nantinya memperhatikan zoning risiko, sirkulasi udara, akses, dan jalur lalu lintas petugas, pasien, logistik, dan barang bersih atau kotor.

“Satu gedung nanti untuk perawatan intensif, kemudian 5 (lima) gedung untuk gejala sedang, dan 2 (dua) gedung untuk asrama perawat. Setiap gedung, punya kamar yang dimanfaatkan sebagai ruang tindakan, ruang farmasi, laundry, dan ruang petugas. Ini total, kita punya 785 tempat tidur,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat rapat bersama Menko Luhut.

Untuk Wisma Haji Pondok Gede ditargetkan mampu menerima 600 hingga 700 pasien komorbid yang nantinya bisa diambil tindakan di sana yang dimulai hari ini.

Dengan kapasitas tersebut, tenaga kesehatan nantinya juga akan didatangkan dari luar Pulau Jawa untuk membantu menangani pasien yang ada.

Baca juga: Cara dan Syarat Vaksin Covid-19 di Stasiun Gambir dan Pasarsenen, Kuota 100 Dosis per Hari

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas