Panduan Resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tentang Isolasi Mandiri Anak yang Positif Covid-19
Ikatan Dokter Anak Indonesia menerbitkan panduan isolasi mandiri (Isoman) untuk anak-anak dan keluarga yang positif Covid-19.
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
![Panduan Resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tentang Isolasi Mandiri Anak yang Positif Covid-19](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi_20181019_151419.jpg)
Penggunaan Masker
Untuk anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah dapat menggunakan dan melepaskan masker, gunakan masker di rumah dan tentu harus terpasang tepat.
Berikan "istirahat masker" jika anak berada di ruangan sendiri atau ada berjarak 2 meter dari pengasuh.
Masker tidak perlu digunakan saat anak tidur. Pengasuh yang berada di dalam ruangan yang sama harus menggunakan masker atau pelindung mata bila memungkinkan.
Segera Bawa Anak ke Rumah Sakit Jika Kondisi Anak Seperti Ini
IDAI mewanti-wanti, anak perlu segera dibawa ke rumah sakit jika anak banyak tidur.
Kemudian anak napasnya cepat, ada cekungan di dada.
Hidung kembang kempis.
Aaturasi oksigen < 95 persen, mata merah, ruam, leher bengkak.
Demam lebih daro 7 hari, kejang, tidak bisa makan dan minum,.
Mata cekung, buang air kecil (BAK) berkurang, dan terjadi penurunan kesadaran.
![Ilustrasi](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/Anak-Batuk.jpg)
*Selesai Isolasi*
Umumnya gejala akan hilang dalam 14 hari.
Dianjurkan melakukan pemeriksaan swab ulang 10-14 hari setelah terjadi gejala atau setelah swab pertama positif (bila tidak bergejala).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.