Tribun

Virus Corona

Asrama Haji Pondok Gede Siap Rawat Pasien Covid-19, DPR Ingatkan Pemerintah Perbaiki Akses Informasi

Di Asrama Haji tersebut, ada 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 High Care Unit (HCU). Di dalamnya, terdapat 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Asrama Haji Pondok Gede Siap Rawat Pasien Covid-19, DPR Ingatkan Pemerintah Perbaiki Akses Informasi
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana renovasi di Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien covid dengan status OTG, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tambahan lokasi isolasi bagi pasien Covid-19 di sejumlah tempat di Jakarta mesti dibarengi dengan kemudahan informasi yang aktual bagi pasien Covid-19 untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan.

Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Puan Maharani setelah pemerintah mengoperasikan Asrama Haji Pondok Gede sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 di ibukota negara mulai hari ini, Sabtu (10/7).

Di Asrama Haji tersebut, ada 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 High Care Unit (HCU). Di dalamnya, terdapat 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.

Puan meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam mendata dan menginformasikan ketersediaan tempat tidur di pusat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19.

Hal ini juga perlu dilakukan di wilayah luar Jawa dan Bali untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Manfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19. Gandeng masyarakat, komunitas, dan dunia usaha untuk bersama-sama, bahu membahu terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ini,” ujar Puan, kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021). 

Sejauh ini, kata Puan, masih banyak ditemui orang yang kebingungan mencari rumah sakit untuk perawatan Covid-19.

Tingginya angka keterisian tempat tidur di kota-kota besar di Pulau Jawa memang perlu diantisipasi dengan gerak cepat dan tepat dari pemerintah maupun masyarakat.

“Jangan sampai ada lagi, pasien Covid-19 yang tidak mendapat layanan kesehatan paripurna karena persoalan keterbatasan informasi,” ujar mantan Menko PMK itu.

Puan mengapresiasi masyarakat yang proaktif menjadi relawan maupun membentuk komunitas untuk membantu menginformasikan kebutuhan donor plasma, peminjaman tabung oksigen dan tempat pengisian oksigen medis, serta pengaktualan data ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. 

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas