Tribun

Penanganan Covid

Soal Vaksin Covid-19 Berbayar, dr Tirta: Saya Kurang Sepakat

Baru-baru ini, pemerintah telah menetapkan vaksinasi Covid-19 berbayar yang kini bisa dilakukan individu atau perorangan. Ini reaksi dokter Tirta

Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Anita K Wardhani
Soal Vaksin Covid-19 Berbayar, dr Tirta: Saya Kurang Sepakat
Ist
Soal Vaksin Covid-19 Berbayar, dr Tirta: Saya Kurang Sepakat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini, pemerintah telah menetapkan vaksinasi Covid-19 berbayar yang kini bisa dilakukan individu atau perorangan.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berbayar ini pun didukung Kimia Farma dan Bio Farma.

Namun, terkait ini banyak menuai pro kontra, bahkan dari kalangan dokter sekaligus ada yang kurang sepakat, satu di antaranya Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta.

Baca juga: Alasan Pemerintah, Sempat akan Mulai Program Vaksin Berbayar

Baca juga: Dulu Jokowi Janjikan Gratis, Lalu Muncul Vaksin Berbayar, Dikecam dan Kini Ditunda

Melalui laman Instagram miliknya, dr Tirta beropini. Dirinya mengatakan kurang sepakat terkait vaksinasi berbayar Covid-19 ini.

"Jika dibilang setuju? Tentu saya kurang sepakat. Tapi dikarenakan memang 'keadaan' dan sudah diketok, ya udah, yang penting lanjutkan saja asal sesuai aturan yang penting target vaksinasi tercapai," ungkap dr. Tirta, dikutip Tribunnews, Senin (12/7/202).

Daftar obat dan vitamin yang ditanggung oleh Kemenkes RI beserta CP Apotek Kimia Farma yang bekerjasama dengan Kemenkes.
Daftar obat dan vitamin yang ditanggung oleh Kemenkes RI beserta CP Apotek Kimia Farma yang bekerjasama dengan Kemenkes. (Twitter/@KemenkesRI)

Dalam keterangan postingannya, ia menjelaskan alasannya kurang sepakat. Baginya, hal ini tidak adil untuk rakyat yang kurang mampu.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa bukan tenaga kesehatan (nakes) yang membuat kebijakannya.

"Semoga pemberiannya dapat diawasin. Saya ga gitu sepakat sih. Kesannya yang punya uang bisa ibarat jalan tol ga antri. Tapi yowis manut aelah ama pemangku kebijakan. Yang penting cepet kelar aja," beber dr Tirta.

"Inget ye. Yang buat kebijakan bukan nakes. Kalo mau kritik ke wadah yang pas," tegasnya.

Seperti diketahui, Vaksin Covid-19 gotong royong untuk individu atau perseorangan semula digelar mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Namun PT Kimia Farma (Persero) Tbk memutuskan untuk menunda pelaksanaan vaksinasi individu atau vaksinasi berbayar sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Kata Warga Soal Layanan Vaksin Covid-19 Berbayar: Kasian Rakyat Kecil

Baca juga: Vaksin Berbayar Demi Cepat Mencapai Herd Immunity, Epidemiolog Nilai Tidak Tepat

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro beralasan, besarnya animo dan pertanyaan yang masuk mengenai vaksinasi membuat layanan vaksinasi harus ditunda.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com.

Meski demikian Ganti menuturkan, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi vaksinasi berbayar ini kepada masyarakat.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas