Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Idul Adha 2021

Kata MUI Soal Cuitan Adanya Muazin dalam Salat Idul Adha Jokowi

Cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 2021 mendapat sorotan dari netizen.

Kata MUI Soal Cuitan Adanya Muazin dalam Salat Idul Adha Jokowi
Foto: Instagram Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan ibadah salat Idul Adha di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, (20/7/2021). Presiden Salat berjamaah di halaman Istana bersama sejumlah perangkat kepresidenan. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 2021 mendapat sorotan dari netizen.

Pasalnya dalam akun twitternya, Jokowi menyebut Muazin dalam Salat Idul adha tersebut adalah Paspampres.

"Saya melaksanakan salat Idul adha pagi ini di halaman Istana Kepresidenan Bogor dengan jamaah terbatas. Yang bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres," tulis Jokowi, melalui akun instagram @Jokowi.

Netizen atau warganet menanyakan adanya Muazin dalam salat Idul adha seperti yang dituliskan presiden itu. Karena dalam salat Idul adha, tidak ada adzan yang dikumandangkan Muazin.  

Menanggapi hal tersebut Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan bahwa yang dimaksud Muazin adalah orang yang menyerukan untuk memulai Salat.

"Tugasnya menyeru untuk memulai salat dikita dikenal juga dengan istilah Bilal. Bilal itu sebenarnya kan nama orang. itu istilah yang umum dan sudah dipahami publik," kata dia kepada wartawan, Rabu, (21/7/2021).

Baca juga: Paspampres Jadi Imam Salat Idul Adha Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kurban 35 Ekor Sapi

Muazin dalam salat Idul adha bisa merupakan Imam atau Panitia yang menggelar Salat berjamaah. Sama halnya dengan Iman dan khatib, yang bisa orang yang sama atau berbeda.

"Imam dan khatib dalam shalat id bisa orang yang sama dan bisa orang yang berbeda," katanya.

Asrorun meminta masalah tersebut tidak perlu diributkan karena tidak terkait ajaran pokok agama.

Sebaiknya sekarang ini, kata dia, energi dicurahkan untuk hal besar, salah satunya penanganan Covid-19. 

"jangan habiskan energi untuk hal remeh, tidak substansial, dan narasi kebencian. Itu tidak baik," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas