Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Studi: Vaksin Sinopharm Menginduksi Respons Antibodi yang Lebih Lemah Terhadap Varian Delta

Vaksin virus corona (Covid-19) Sinopharm disebut menimbulkan respons antibodi yang lebih lemah terhadap varian Delta

Studi: Vaksin Sinopharm Menginduksi Respons Antibodi yang Lebih Lemah Terhadap Varian Delta
Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SRI LANKA - Vaksin virus corona (Covid-19) Sinopharm disebut menimbulkan respons antibodi yang lebih lemah terhadap varian B.1.617.2 (Delta) yang diketahui lebih mudah dan cepat menular.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (21/7/2021), tingkat antibodi pada orang yang menerima vaksin BBIBP-CorV Sinopharm memiliki pengurangan 1,38 kali lipat terhadap varian Delta dibandingkan varian pertama dari virus corona yang kali pertama diidentifikasi di Wuhan, China.

Ini berdasar pada studi pertama laboratorium yang menggunakan sampel dari orang-orang Sri Lanka tentang pengaruh vaksin Sinopharm terhadap varian yang lebih menular.

Baca juga: Putra Sulung Aktor Anwar Fuady Positif Covid-19, Gejalanya Demam hingga Sesak Napas

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Sri Jayewardenepura serta Dewan Kota Kolombo di Sri Lanka dan Universitas Oxford di Inggris.

Perlu diketahui, varian Delta yang kali pertama ditemukan di India pada akhir tahun lalu, telah menjadi varian dominan virus corona di seluruh dunia.

Selain itu, varian ini juga disebut berada di balik lonjakan kasus infeksi baru yang dilaporkan terjadi di banyak negara, termasuk Inggris, Indonesia, Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

Baca juga: Sindikat Perdagangan Obat Pasien Covid-19 di Jabar, Jual Dengan Harga Hampir 4 Kali Harga Normal

Bahkan varian Delta telah terdeteksi pada lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

Dalam studi yang dipublikasikan pada Senin lalu, vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China National Pharmaceutical Group, juga menunjukkan penurunan 10 kali lipat lebih jelas pada tingkat antibodi terhadap varian Beta yang kali pertama ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

Para peneliti mengatakan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam tingkat antibodi pada serum darah mereka yang telah terinfeksi varian Delta dan Beta secara alami, dengan serum darah orang yang telah divaksinasi menggunakan Sinopharm.

Baca juga: Gubernur Sumut Berharap Tanggal 26 Juli Covid-19 Harus Turun, Kalau Tak Turun Bahaya Kita

Ini menunjukkan bahwa vaksin itu kemungkinan dapat menginduksi respons berbasis antibodi terhadap dua varian tersebut.

Namun tingkatnya serupa dengan yang terlihat pada mereka yang terinfeksi Covid-19 tanpa divaksinasi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas