Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Garda Sebut Aksi Jokowi End Game Bermuatan Politis: Mitra Ojol Hanya Dicatut dan Dimanfaatkan

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua, Igun Wicaksono menyatakan sikap menolak pada seruan aksi Jokowi End Game yang dilakukan hari ini.

Garda Sebut Aksi Jokowi End Game Bermuatan Politis: Mitra Ojol Hanya Dicatut dan Dimanfaatkan
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (GARDA INDONESIA), Igun Wicaksono menyatakan akan mendukung langkah yang di ambil oleh menteri Perhubungan yang telah mengambil langkah diskresi agar ojek online memiliki payung hukum, dan membuat tim perumus Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai transportasi roda dua yang berbasis online, Jumat (11/1/2019) di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua, Igun Wicaksono menyatakan sikap menolak pada seruan aksi Jokowi End Game yang dilakukan hari ini.

Menurutnya, seruan aksi itu hanya mencatut nama baik mitra ojek online dan bermuatan politis.

Atas rencana aksi itu, Igun mengatakan para mitra ojol dirugikan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

"Sebaran poster Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game itu hanya mencatut profesi ojol saja, kami dari Asosiasi Pengemudi Ojol Garda juga merasa dirugikan atas sebaran poster provokasi tersebut. Aksi itu bertujuan membawa nama driver ojol untuk kepentingan politis pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Igun kepada Tribunnews.com, Sabtu (24/7/2021).

Igun mengimbau agar para mitra ojol bersikap bijak menanggapi rencana aksi itu. Selain itu, ia meminta pihak aplikator agar melaporkan seruan poster itu ke pihak berwajib.

"Garda juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan aplikator untuk melaporkan kepada kepolisian. Sebab, pihak pembuat poster itu mencatut nama dan logo perusahaan-perusahaan aplikator sehingga merugikan para mitra ojolnya juga," tambahnya.

Untuk itu, Igun mendesak agar polisi segera mengusut aktor dibalik seruan aksi itu.

Baca juga: Jokowi Tertawa saat Ditanya Kalau Jadi Presiden Ngapain Aja: Pergi ke Aceh sampai Papua

Ia juga berharap agar mitra ojol tetap beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan keluarga terlebih di masa PPKM ini yang membuat pendapatan berkurang.

"Polri harus usut tuntas aktor provokator  di belakang pembuatan poster itu dan penyebarnya. Garda menyarankan agar mitra driver ojol tetap mencari nafkah seperti biasa saja, jangan terprovokasi oleh sebaran-sebaran yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab. Karena ojol sendiri saat masa PPKM ini diprioritaskan untuk melintas pada titik penyekatan," pungkasnya.

Aksi yang rencananya dimulai dengan Long March dari kawasan Glodok sampai Istana Negara itu rencananya aka berlangsung hari ini.

Meski belum jelas perihal kepastian aksi ini, sejumlah langkah pengaman sudah dilakukan oleh aparat keamanan di kawasan yang menjadi titik lokasi aksi Jokowi End Game
 

Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas