Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Seberapa Besar Edukasi Vaksin Covid-19 terhadap Anak? Begini Kata Dokter

Kini tidak sedikit anak-anak yang terkena imbas dari virus SARS-CoV-2 ini. Pemerintah sudah mengizinkan pemberian vaksin untuk usia 12 tahun ke atas.

Seberapa Besar Edukasi Vaksin Covid-19 terhadap Anak? Begini Kata Dokter
Warta Kota/Henry Lopulalan
Pelaksanan pemberian vaksin keliling yang dilaksanakan petugas gabungan TNI-Polri di halaman Gedung Exotik Jalan Mangga Besar Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis(22/7/2021). 15 Mobil melayani masyarakat untuk mendapat vaksin Covit 19 ini mendatangi pemukiman penduduk di wilayah DKI Jakarta. Setiap mobil ditargetkan 250 orang. Hingga 15 mobil di targetkan 3.000 orang di vaksin setiap harinya. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat infeksi pada anak mulai mengkhawatirkan.

Kini tidak sedikit anak-anak yang terkena imbas dari virus SARS-CoV-2 ini.

Oleh karena itu, Pemerintah sudah mengizinkan pemberian vaksin untuk usia 12-17 tahun.

Namun, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh sang anak.

Tentunya, anak-anak yang menerima vaksin harus memenuhi beberapa kriteria tertentu.

Diantaranya memiliki penyakit kronis, tidak sedang mengonsumsi obat-obatan untuk sistim pertahanan tubuh. 

Baca juga: Dokter Reisa: Efektifitas Vaksin Bagi Anak Baru Terlihat Jika 26,7 Juta Anak Remaja Sudah Vaksinasi

Selain itu, anak tidak mengalami kanker atau mendapatkan pengobatan kemoterapi.

Menurut dr Eva Devita Harmoniati, Sp A (K) vaksin yang diberikan pada anak yaitu Sinovac mempunyai efektivitas yang tinggi.

"Efektifitasnya cukup bagus. Antibodi yang diberikan fase 86-100 persen. Sangat baik sekali," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Jumat (23/7/2021).

Selain itu vaksinasi pada anak dapat melindungi penularan.

Menuruti dr Eva Penelitian menyimpulkan pemberian vaksin dua kali bisa memproteksi hingga 98-100 persen. 

Hanya saja seberapa lama ketahanan tersebut, belum ada penelitian yang bisa menyimpulkan. 

Namun, dr Eva mengatakan yang terpenting saat ini sebaiknya adalah segera lakukan vaksin.

Apa lagi jika tubuh sehat tanpa kendala apa pun.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas