Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Tingkatkan Testing Jika Ingin Longgarkan PPKM

Dicky Budiman menyarankan pemerintah meningkatkan testing jika ingin melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Tingkatkan Testing Jika Ingin Longgarkan PPKM
Tangkapan Layar Kompas TV
Epidemiolog Univ Griffith Australia, Dicky Budiman. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman menyarankan pemerintah meningkatkan testing jika ingin melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Alasannya kondisi pandemi di Indonesia masih sangat kritis, dimana Covid-19 varian delta penyebarannya sangat cepat.

Jika PPKM Darurat terpaksa dilonggarkan, menurutnya pemerintah harus mencari opsi solusi berupa kompensasi terhadap situasi yang masih serius ini.

“Dengan cara apa? Meningkatkan testing setidaknya satu juta,” kata Dicky kepada Tribunnews, Minggu (25/7/2021).

Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan selalu di atas 1.000 kasus.

Menurut Dicky angka ini menunjukkan situasi pandemi di Indonesia sangat serius, karena kematian adalah indikator keparahan dari situasi pandemi di suatu negara.

Baca juga: Kisah Pilu Pasien Covid-19 Diseret, Dipukuli dan Diasingkan Warga di Toba, Sang Istri Buka Suara

Dicky mengatakan sejak awal pandemic, dirinya sudah menggembar-gemborkan masalah 3T, yakni testing, tracing dan treatment.

Epidemiolog itu mengatakan testing sebagai salah satu jalan pendukung pengendalian pandemi yang efektif menurutnya, meskipun tidak ada PPKM maupun PSBB.

“Tidak mesti PCR, testing bisa dengan rapid test antigen, bahkan sekarang sudah ada yang harganya dibawah 5 dollar,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas