Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Penanganan Covid-19 Menyisakan 18.460 Ton Limbah Medis Beracun

Pemerintah mencatat terdapat 18.460 ton limbah medis dari penanganan Covid-19 hingga 27 Juli kemarin.

Penanganan Covid-19 Menyisakan 18.460 Ton Limbah Medis Beracun
Tribunnews/Jeprima
Petugas merapikan tumpukan kantong sampah plastik kuning yang menumpuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). Sejumlah petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap tiap hari mengumpulkan kantong plastik berwarna kuning yang menumpuk berisikan APD bekas pakai, kardus makanan, dan sejumlah barang pasien yang sudah tidak terpakai. Kemudian tumpukan limbah itu disimpan di ruang khusus Tower 7 RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Sekali angkut, RSD Wisma Atlet bisa mengangkut 2 ton limbah medis corona. Dalam sehari petugas dapat mengangkut 3 kali yaitu pagi, siang, dan malam hari. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah mencatat terdapat 18.460 ton limbah medis dari penanganan Covid-19 hingga 27 Juli kemarin.

Limbah medis itu berasal dari  fasilitas pelayanan dan tempat isolasi di Indonesia.

"Fasilitas kesehatan,  Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Isolasi, tempat karantina mandiri, hingga uji deteksi maupun vaksinasi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Rabu, (28/7/2021). 

Limbah medis tersebut terdiri dari infus bekas, masker,  botol vaksin, jarum suntik,  face shield, perban, Hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR,  antigen, dan alkohol pembersih swab.

" itulah yang disebut limbah medis beracun berbahaya," kata dia.

Baca juga: Sampah Limbah Medis Berserakan Pinggir Jalan di Kawasan Purwamekar Purwakarta

Siti mengatakan data tersebut sebenarnya belum lengkap. pemerintah akan terus berupaya melengkapi datanya agar dapat melakukan penanganan limbah medis dengan lebih baik dan aman.

"Arahan Presiden bahwa terhadap penanganan limbah medis ini, kita harus intensifkan dan harus lebih sistematis di betul-betul dilihat dari titik paling jauh di lapangannya. Jadi diperhatikan bagaimana sistem itu bekerja dari rumah sampai ke pusat-pusat pelayanan, juga atau  paralel sampai kepada tempat penanganannya," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas