Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Komnas KIPI: Hasil Autopsi Tak Cukup Bukti Kaitkan Kematian Trio Karena Vaksin

Komnas KIPI menyampaikan hasil autopsi Trio Fauqi Virdaus menyimpulkan, tidak cukup bukti untuk mengaitkan penyebab kematian karena vaksin.

Komnas KIPI: Hasil Autopsi Tak Cukup Bukti Kaitkan Kematian Trio Karena Vaksin
istimewa
Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hindra Irawan Satari. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyampaikan hasil autopsi Trio Fauqi Virdaus menyimpulkan, tidak cukup bukti untuk mengaitkan penyebab kematian karena vaksin.

Autopsi sebelumnya dilakukan Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr.Hindra Irawan Satari mengatakan, pihaknya turut berduka cita dengan kejadian tersebut.

Berdasarkan permintaan pihak keluarga, telah meminta tim forensik RSCM untuk melakukan autopsi terhadap almarhum Trio Fauqi Virdaus.

Hindra menuturkan, hasil autopsi dilakukan dengan sangat teliti, sehingga butuh waktu untuk mengetahui hasilnya.

Selain itu, autopsi dilakukan tim dokter profesional dan independen.

Baca juga: Pengelola Warteg Ini Siap Ikuti Aturan Pemerintah Jalani Vaksinasi Covid-19

"Kesimpulannya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan korban meninggal karena vaksin. Hasil autopsi juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena vaksin AstraZeneca,'' kata Hindra melalui pernyataan tertulis yang diterima, Senin (2/8/2021).

Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan, dari hasil autopsi diketahui sejumlah gejala dan tanda-tanda yang ditemukan berbeda dengan gejala-gejala yang muncul karena vaksin.

''Misalnya, almarhum meninggal kurang lebih 24 jam setelah divaksinasi. Pada beberapa kasus meninggal diduga karena vaksin AstraZeneca, biasanya baru terjadi 4 hari bahkan 2 minggu setelah vaksinasi. Selain itu, almarhum juga tidak mengalami sesak napas dan kejang,'' kata Ade.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas