Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Legislator NasDem Minta Pemerintah Transparan soal Keberadaan Vaksin

Sempat dinyatakan oleh Stafsus Menteri BUMN Erick Thohir Arya Sinulingga, saat ini ada sekitar 12 juta dosis vaksin Covid-12 yang belum terpakai

Legislator NasDem Minta Pemerintah Transparan soal Keberadaan Vaksin
tribunnews.com/seno
Martin Manurung 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung mempertanyakan keberadaan stok vaksin di daerah. 

Sempat dinyatakan oleh Stafsus Menteri BUMN Erick Thohir Arya Sinulingga, saat ini ada sekitar 12 juta dosis vaksin Covid-12 yang belum terpakai.

"Dari kabupaten yang saya sudah cek lewat Fraksi NasDem di Samosir, Toba, Nias sebagai contoh, tapi faktanya mereka justru meminta stok vaksin dikirim dari pusat. Ini kok jadi bertolak belakang?" kata Martin dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/8/2021).

Oleh karena itu, tambah Martin, Pemerintah pusat sebaiknya terbuka saja mengenai keberadaan vaksin ini.  

Baca juga: Dorong Milenial Terus Berkarya, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

"Jadi, sebenarnya barang itu ada di mana? Ada di daerah mana? Ada berapa banyak di daerah itu. Jadi jangan hanya menyebut di daerah, karena Indonesia ada ratusan daerah," tanya Martin.

Seperti diketahui, surat edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada masa pandemi mensyaratkan kartu vaksin, minimal dosis pertama.

"Jika ada persyaratan minimal dosis pertama dilakukan, tapi vaksinnya itu sendiri tidak ada di daerah,

bagaimana mungkin masyarakat bisa melakukan vaksinasi," tegas Martin.

Legislator NasDem dari dapil Sumatera Utara II ini pun meminta Pemerintah lebih transparan mengenai keberadaan vaksin di daerah.

"Jangan sampai Pemerintah pusat ingin menggalakkan percepatan vaksinasi tetapi ketika masyarakat sudah mau divaksin, eh vaksinnya malah tidak ada atau tidak sampai ke daerah," pungkas Martin.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas