Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Peneliti Oxford Asal Indonesia Bantah Kabar Hoaks Adanya Microchip Dalam Vaksin Covid-19

Menurutnya isu ini sangatlah menyesatkan, karena ukuran alat suntik lebih kecil dibandingkan microchip.

Peneliti Oxford Asal Indonesia Bantah Kabar Hoaks Adanya Microchip Dalam Vaksin Covid-19
tangkap layar
Peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia, Indra Rudiansyah (kiri) dalam acara Bincang Media secara virtual dengan tema "Fakta Seputar Vaksin dan Upaya Menuju Kekebalan Komunal", Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indra Rudiansyah, peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia, membantah isu yang beredar di masyarakat terkait adanya microchip yang disisipkan di dalam vaksin Covid-19.

Menurutnya, hal itu merupakan kabar hoaks.

Dalam acara Bincang Media dengan tema "Fakta Seputar Vaksin dan Upaya Menuju Kekebalan Komunal" tengah pekan kemarin, peneliti University of Oxford yang turut serta dalam uji klinis vaksin Astrazeneca ini menyatakan kemungkinan awal mula isu ini berkembang adalah karena keterlibatan Bill Gates dalam pendanaan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19.

“Isu ini muncul awalnya karena mereka menyebut Bill Gates, yang kita kenal sebagai pendiri Microsoft, turut serta dalam mendanai penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Isu itu berkembang karena Bill Gates yang memiliki latar belakang di bidang IT,” ungkap Indra, yang merupakan Alumni Beswan Djarum 2011/2012 yaitu penerima program Djarum Beasiswa Plus dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Baca juga: Profil Indra Rudiansyah, Mahasiswa Indonesia di Balik Terciptanya Vaksin AstraZeneca

Indra Rudiansyah, peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia, mejelaskan seputar vaksin Covid-19 dalam acara Bincang Media dengan tema
Indra Rudiansyah, peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia, mejelaskan seputar vaksin Covid-19 dalam acara Bincang Media dengan tema "Fakta Seputar Vaksin dan Upaya Menuju Kekebalan Komunal" (tangkap layar)

Selain pendanaan vaksin Covid-19, Bill Gates juga fokus mendukung program lingkungan, kemanusiaan dan kesehatan lainnya, guna menyelamatkan umat manusia.

Dukungan yang yang dilakukan oleh Bill Gates ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibilty (CSR) atau tanggung jawab social perusahaannya.

Indra menjelaskan, vaksin merupakan produk medis yang diciptakan untuk merangsang dan mengedukasi tubuh untuk membentuk antibodi guna persiapan berperang melawan virus-virus yang sebenarnya.

Baca juga: Erick Thohir Ceritakan Pengalaman Bertemu Indra Rudiansyah, Mahasiswa RI di Balik Vaksin AstraZeneca

Bincang Media dengan tema
Bincang Media dengan tema "Fakta Seputar Vaksin dan Upaya Menuju Kekebalan Komunal" menghadirkan Indra Rudiansyah, peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia dan Direktur Rumah Sakit Harapan Sehat Bumiayu, Jawa Tengah, dr. Ursula Penny Putrikrislia. (tangkap layar)

Di dalam vaksin terkandung sebagian protein virus atau virus yang sudah dimatikan, serta komponen tambahan guna menstabilkan virus dan untuk menyeimbangkan dengan cairan di dalam tubuh.

“Banyak isu beredar bahwa vaksin ini berbahaya, itu salah besar. Justru yang membahayakan adalah kabar-kabar menyesatkan seperti isu microchip ini. Sebagian orang yang sudah teredukasi dan mengerti mengenai vaksin, tidak akan terpengaruh dengan isu bohong ini. Tapi sebagian orang yang belum teredukasi tentang vaksin, akan dengan mudah terpengaruh dan mempercayai. Kita harus menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak terpengaruh berita-berita yang menyesatkan,” tambah Indra.

Direktur Rumah Sakit Harapan Sehat Bumiayu, Jawa Tengah, dr. Ursula Penny Putrikrislia, menyampaikan pendapat yang sama terkait dengan isu atau kabar hoaks tentang adanya microchip di dalam vaksin.

Baca juga: Sosok Indra Rudiansyah, Mahasiswa Indonesia Turut Andil dalam Terciptanya Vaksin AstraZeneca

Menurutnya isu ini sangatlah menyesatkan, karena ukuran alat suntik lebih kecil dibandingkan microchip.

“Alat suntik yang dipakai itu kecil, hanya mampu menampung cairan vaksin sebanyak 1cc. Sedangkan dosis vaksin yang digunakan hanya ½ cc. Vaksin kan berbentuk cairan, jadi sangat tidak mungkin microchip ini bisa masuk ke dalam alat suntik. Ukurannya berbeda jauh,” papar dokter Ursula Penny yang juga Alumni Beswan Djarum angkatan 2011/2012.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah mempercayai isu-isu yang tidak resmi terkait vaksin Covid-19, karena dapat menghambat program vaksinasi Covid-19 massal yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Baik Indra dan dokter Ursula meyakini bahwa vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mengakhiri pandemic Covid-19 yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas