Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ini Penyebab Tingginya Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan penyebab tingginya kasus kematian akibat Covid-19.

Ini Penyebab Tingginya Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia
Tribunnews.com/Lusius Genik
Pemulasaraan jenazah korban Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara/Lusius Genik. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Angka total kematian karena Covid-19 di Indonesia tembus 100 ribu orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan penyebab tingginya kasus kematian akibat Covid-19.

Menurut dia dari hasil evaluasi PPKM, kematian terjadi ketika pasien Covid-19 baru sampai di UGD karena keterlambatan mengenali tanda kegawatan.

Selain itu pasien Covid-19 terlambat melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan.

Kematian akibat Covid-19 juga umumnya terjadi pada kelompok pasien-pasien berusia lanjut.

Sebagai upaya menekan angka kematian maka perlu dilakukan pemantauan isolasi, penentuan apakah seseorang dapat menjalani isolasi mandiri atau terpusat harus dilakukan oleh tenaga kesehatan, sehingga jika muncul tanda kegawatan dapat segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Ini 5 Provinsi di Luar Jawa yang Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Sepekan

Juga memastikan kontak erat terutama kontak erat berisiko tinggi menjalani karantina minimal 5 hari serta entri dan exit test, ditambah dengan memperkuat sistem rujukan sampai ke level terkecil seperti RT/RW.

"Ingat bila gejala sesak muncul saat kita melakukan isolasi mandiri segera ke fasilitas isolasi terpusat dan jangan ditunda,” ujar dr. Nadia di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Dia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan dan masukan kepada pemerintah sangat diharapkan serta kolaborasi dari semua pihak dari mulai level individu, tingkat RT/RW, desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai di tingkat nasional dan bahkan global untuk saling mendukung upaya penanganan pandemi.

Tercatat, ada penurunan tren penggunaan tempat tidur.

Misalnya pada 2 Agustus 2021, sekitar 77.000 kasus aktif yang dirawat di rumah sakit baik di tempat tidur, isolasi, maupun ICU isolasi dari total 500 ribuan kasus aktif yang ada saat ini.

Hal ini berarti lebih dari 80% kasus aktif ada di masyarakat baik yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi di tempat yang sudah ditentukan pemerintah daerah setempat.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas