Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Peneliti UNAIR: Pemerintah Dukung Luar Biasa Pengembangan Vaksin Merah Putih

Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menyatakan pemerintah mendukung penuh pengembangan Vaksin Merah Putih.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Peneliti UNAIR: Pemerintah Dukung Luar Biasa Pengembangan Vaksin Merah Putih
screenshot
Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih dalam wawancara ekslusif Tim Vaksin Merah Putih bersama Tribun Network, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menyatakan pemerintah mendukung penuh pengembangan Vaksin Merah Putih.

Diharapkan, vaksin karya anak bangsa ini dapat segera diproduksi untuk masyarakat mulai April 2022.

"Perhatian pemerintah sudah sangat luar biasa. Hampir setiap hari pemerintah provinsi Jatim bertanya apa kesulitannya, enggak berhenti-berhenti itu supportnya," ujarnya dalam wawancara ekslusif Tim Vaksin Merah Putih bersama Tribun Network, Kamis (5/8/2021).

Saat ini, vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Unair sedang memasuki tahapan uji pre klinis pada hewan besar sebelum menjalani uji klinis pada manusia.

Setelah sebelumnya sukses dalam uji kepada hewan kecil yakni mencit.

Dalam pengembangan vaksin Merah Putih ini, kendala yang dihadapi bersifat non-teknis seperti ketersediaan hewan uji maupun keterlambatan bahan baku kimia imbas kebijakan PPKM.

Baca juga: Alami Efek Samping Demam Setelah Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

"Jadi hal-hal non teknis seperti ini bukan karena tidak ada support pemerintah," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih optimistis uji klinik vaksin Merah Putih ini berjalan lancar dan baik, lantaran sejak awal telah melibatkan kementerian atau lembaga lain, universitas, maupun pihak swasta (triple pentahelix).

"Sejak awal, kita tidak khawatir begitu hasilnya bagus kita libatkan Badan POM dan juga Balitbangkes Kemenkes. Sehingga harapannya Maret dan April bisa produksi massal produksi untuk masyarakat Indonesia," jelas perempuan berhijab ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas