Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Teka-teki Surat Klarifikasi ICW atas Somasi Moeldoko, di Mana Keberadaannya?

Kuasa hukum Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Otto Hasibuan, menyatakan pihaknya belum menerima surat balasan

Teka-teki Surat Klarifikasi ICW atas Somasi Moeldoko, di Mana Keberadaannya?
Tribunnews/JEPRIMA
Otto Hasibuan memberikan kata sambutan usai terpilih menjadi Ketua Umum PERADI masa jabatan 2020-2025 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020) malam. Munas III Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) secara Virtual memilih Otto Hasibuan terpilih menjadi Ketua Umum periode 2020-2025 mengalahkan Ricardo Simanjuntak dan Charles Janer Natigor Silalahi. Otto Hasibuan memperoleh sebanyak 1027 suara mengalahkan Ricardo Simanjuntak dan Charles Janer Natigor Silalahi yang masing-masing memperoleh 36 dan 58 suara. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Otto Hasibuan, menyatakan pihaknya belum menerima surat balasan dari pihak Indonesia Corruption Watch (ICW).

Seperti diketahui, Moeldoko sebelumnya melayangkan somasi kepada ICW terkait tudingan keterlibatan dalam bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras.

"Sampai sekarang surat tersebut belum dibalas atau ditanggapi. Sampai sekarang, ICW tidak memberikan bukti-bukti itu," ucap Otto dalam jumpa pers virtual, Kamis (5/8/2021).

Ia pun menyanggah pernyataan kuasa hukum ICW, Muhammad Isnur, yang menyebut pihaknya telah mengirim surat balasan kepada Moeldoko.

Kata Otto, pihaknya sudah mengecek langsung kepada staf terkait soal ada tidaknya surat tersebut, namun hasilnya nihil.

Baca juga: Dapat Somasi Moeldoko Soal Pengadaan Ivermectin dan Impor Beras, Begini Tanggapan ICW

"Anehnya, menyatakan kuasanya saudara Isnur telah mengirim surat balasan kepada kami. Terus terang kami ingin sampaikan bahwa itu tidak benar," katanya.

"Karena kami tidak pernah menerima surat balasan. Kalau lah sudah disampaikan, tentu sudah kami terima. Kami bukti tanda terima, siapa tanda tangan, siapa yang menerima," sambung Otto.

Otto mengatakan pihaknya akan kembali mengirim surat somasi kepada ICW, Jumat (6/8/2021) besok, terkhusus peneliti yang bernama Egi Primayogha.

Baca juga: ICW Diharap Klarifikasi Pernyataannya Soal Relasi Moeldoko - Produsen Obat Ivermectin

"Besok kami akan kirim lagi somasi kedua kepada saudara Egi dan kawannya. Kalau ICW bisa memberikan bukti tentang keterlibatan Pak Moeldoko, dengan ini saya menyatakan tegas Pak Moeldoko siap bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum," tandas Otto.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas