Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Wamenkes: Vaksinasi Covid-19 pada Anak dan Remaja Tak Merata, Tertinggi di Bali dan Jakarta

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengakui adanya ketimpangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak dan remaja di sejumlah

Wamenkes: Vaksinasi Covid-19 pada Anak dan Remaja Tak Merata, Tertinggi di Bali dan Jakarta
Tribunnews/Irwan Rismawan
Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca kepada warga di Terowongan Kendal, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Pemerintah melaporkan, hingga Kamis (26/8/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua yaitu sebanyak 33.357.249 orang atau 16,02 persen dari total target sasaran vaksinasi. Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 59.426.934 orang atau 28,53 persen. Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengakui adanya ketimpangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak dan remaja di sejumlah daerah.

Ia mengatakan, saat ini lebih dari 2,3 juta anak telah menerima dosis pertama.

"Lebih 2,3 juta anak dan remaja sudah divaksinasi tapi angkanya itu tidak merata. Misalnya berapa tempat (vaksinasi anak dan remaja) di Bali itu sudah mencapai 94 persen, di Jakarta sudah sampai 80 persen tetapi ada beberapa daerah misalnya seperti di Lampung itu baru 1 persen mencapai sasaran vaksinasinya," ujar Dante dalam kegiatan webinar KPAI, Senin (30/8/2021).

Ia mengatakan, sebagai upaya perlindungan pada anak, maka kegiatan vaksinasi harus baik dan tuntas dengan persentase yang cukup baik.

HARI PERTAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA SEKOLAH - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari pertama di SD Negeri Cipulir 03 pagi  berlangsung lancar, Senin (30/8/2021). Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dengan mengutamakan kehati-hatian, keselamatan dan ketercapaian pendidikan mengingat wabah pandemi yang masih bercokol dan belum 100 persen hilang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
HARI PERTAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA SEKOLAH - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari pertama di SD Negeri Cipulir 03 pagi berlangsung lancar, Senin (30/8/2021). Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dengan mengutamakan kehati-hatian, keselamatan dan ketercapaian pendidikan mengingat wabah pandemi yang masih bercokol dan belum 100 persen hilang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Apalagi kini di sejumlah wilayah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dimulai.

"Karena itu maka vaksinasi pada anak usia 12 sampai 17 tahun menjadi salah satu mandatory yang harus dilakukan kalau kita ingin memberlakukan pertemuan langsung proses belajar mengajar ada anak-anak di sekolah," ungkap dr. Dante.

Baca juga: Kontaminasi Vaksin Moderna Meluas di Jepang, 1 Juta Dosis Lainnya Ditarik

Adapun strategi vaksinasi yang dilakukan untuk melakukan vaksinasi pada anak usia 1217 tahun anak remaja adalah di Fasilitas Kesehatan baik di Puskesmas atau di rumah sakit.

"Datang sesuai dengan jadwalnya ke lokasi yang mudah ditemukan karena begitu datang ke faskes mereka yang berusia 12 sampai 17 tahun dilengkapi dengan identitas kartu keluarga atau yang berusia 17 tahun dengan KTP maka mereka akan dilayani vaksinasi," imbuhnya.

Selain itu sekolah juga dapat melaksanakan vaksinasi dengan bekerjasama antara antara Dinas Kesehatan dengan organisasi profesi.

"Kemudian di sentra vaksinasi yang terhubung dengan P-CARE langsung secara real-time maka anak-anak bisa mendaftar sendiri di tempat Sentra Vaksinasi tersebut dan bisa langsung di layani sebagai peserta vaksinasi," ungkap dr.Dante.

Adapun data dari Kementerian Kesehatan, total sasaran kelompok 12 -17 tahun adalah 26.705 490 jiwa

Sementara hingga 30 Agustus 2021, suntikan dosis pertama pada anak dan remaja berjumlah 2.623.907 jiwa.
 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas