Tribun

Data Pengguna eHac Bocor

Bobol Aplikasi PeduliLindungi, 93 Sertifikat Vaksinasi Dijual Bebas Seharga Rp300-500 Ribu

Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi untuk mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Bobol Aplikasi PeduliLindungi, 93 Sertifikat Vaksinasi Dijual Bebas Seharga Rp300-500 Ribu
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat jumpa pers pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi di Polda Metrojaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi sudah menjual 93 sertifikat vaksin palsu. Polisi pun kini memburu para pembeli sertifikat vaksin palsu itu. 4 tersangka di tahan oleh Polda Metrojaya sebagai 2 orang pelaku dan 2 orang pembeli. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku pembobolan data atau akses ilegal aplikasi PeduliLindungi untuk mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19.

Aksi itu melibatkan seorang oknum staf Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang dibantu rekannya untuk menjualnya di sebuah grup media sosial.

Praktik ilegal itu juga turut menyita perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Di tengah gencarnya serbuan vaksinasi, ternyata didapati oknum yang menyalahgunakan sertifikat vaksinasi untuk dijual bebas dan dimanfaatkan orang yang belum disuntik vaksin agar bisa bepergian.

"Kami mengamankan dua pelaku, yakni HH yang berprofesi sebagai pegawai Kelurahan Kapuk Muara yang menggunakan NIK atau data kependudukan untuk dimasukkan ke aplikasi PeduliLindungi agar bisa mengakses sertifikat vaksinasi. Sementara rekannya FH berperan untuk memasarkan dan menjual sertifikat vaksin itu secara ilegal," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Irman bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers pengungkapan penjualan sertifikat vaksin Covid-19 yang didapat melalui akses ilegal di Aplikasi PeduliLindungi, Jumat (3/9/2021)
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Irman bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers pengungkapan penjualan sertifikat vaksin Covid-19 yang didapat melalui akses ilegal di Aplikasi PeduliLindungi, Jumat (3/9/2021) (Fandi Permana)

Menurut pengakuan pelaku, terdapat 93 sertifikat vaksin palsu yang dijual para tersangka.

Baca juga: Polisi Tangkap Pegawai Kelurahan Pembobol Data Sertifikat Vaksin yang Terkoneksi PeduliLindungi

Hal itu didapatkan melalui akses ilegal dengan melakukan picker di mana oknum pegawai kelurahan ini memiliki akses ke sistem tersebut.

"Dari hasil pengakuan sementara dia sudah menjual sebanyak 93 sertifikat vaksin yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi. Berawal dari NIK di mana pelaku ini memiliki dan paham tentang akses kependudukan dan dilakukan dengan cara picker untuk dimasukkan ke aplikasi PeduliLindungi," jelas Fadil.

Pelaku menjual sertifikat vaksin palsu itu mulai Rp 370 ribu sampai dengan 500 ribu.

Pelaku memasarkan pemalsuan sertifikat vaksin itu melalui grup penjual di Facebook.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas