Tribun

Virus Corona

453.960 Vaksin Pfizer Didistribusikan ke 7 Provinsi

Sebanyak 453.960 dosis vaksin jadi Pfizer yang tiba di Jakarta, Jumat (1/10/2021) kemarin.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
453.960 Vaksin Pfizer Didistribusikan ke 7 Provinsi
dok. Bea Cukai
Melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, sebanyak 42.900 vial dengan perkiraan nilai pembebasan sekitar 23 Miliar Rupiah telah diberikan fasilitas percepatan oleh Bea Cukai pada Kamis (16/09/21) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 453.960 dosis vaksin jadi Pfizer yang tiba di Indonesia, Jumat (1/10/2021) kemarin.

Vaksin itu kemudian mulai didistribusikan ke tujuh provinsi di Kalimantan dan Sumatera mulai hari ini.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, MEpid mengatakan vaksin tahap 81 yang mendarat di Jakarta kemarin itu langsung diberangkatkan ke 7 provinsi di Indonesia.

"Dalam seluruh proses tersebut diterapkan jalur distribusi rantai dingin dengan suhu di bawah -70 derajat Celcius guna menjaga kualitas vaksin Pfizer," kata Nadia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Merata dan Setara Juga Jangkau WNA

Nadia menjelaskan, tujuh provinsi yang dituju adalah Kalimantan Barat (Pontianak), Kalimantan Utara melalui Berau, Kalimantan Timur (Samarinda), Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Sumatera Barat (Padang), Sumatera Selatan (Palembang), serta Bangka Belitung (Pangkal Pinang).

“Pemerintah mengoptimalkan semua langkah yang dapat dilakukan untuk percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar. Harapannya, upaya ini juga dapat mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi,” papar Nadia.

Baca juga: UPDATE Corona Indonesia 2 Oktober 2021: Tambah 1.414 Positif, 2.380 Sembuh, 89 Meninggal

Hingga saat ini, Nadia mengatakan masih ada sejumlah daerah dan target sasaran yang capaian vaksinasinya rendah.

Ia mengajak pihak daerah untuk menyusun strategi sesuai dengan permasalahan atau hambatan spesifik di daerah masing-masing dalam percepatan vaksinasi.

Nadia mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih mendorong upaya sosialisasi dan edukasi tentang vaksin, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas