Tribun

Virus Corona

Kasus Covid-19 di 24 Daerah Ini Belum Turun

Saat situasi kasus covid-19 di Indonesia menunjukan hasil yang positif ada 24 daerah yang belum menunjukan kondisi penurunan kasus.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Kasus Covid-19 di 24 Daerah Ini Belum Turun
istimewa
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (27/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Situasi kasus Covid-19 di Indonesia menunjukan hasil yang positif.

Meski demikian masih ada 24 daerah yang belum menunjukan kondisi penurunan kasus.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Kemenkes Sebut Pelonggaran Prokes Sebabkan Kasus Covid-19 di Negara-negara Eropa Meningkat

Baca juga: Aturan Naik Pesawat di Masa Pandemi Covid-19, Ada Syarat Baru Bagi yang akan Bepergian ke Bali

Berikut adalah kabupaten kota yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan tersebut yaitu Nagan Raya, Labuhan Batu Selatan, Kepulauan Meranti, Bangka Selatan, Solok Selatan.

Kasus covid di, Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Bekasi, Blora, Kota Surakarta, Jember, Bima, MinahasaTenggara, Buton, Bulukumba, Sintang, Sambas, Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Mahakam hulu, Kaimana, dan Sorong juga belum menurun.

Pengguna jalan melintasi spanduk bertuliskan harapan 'Lekas Pulih Bandungku' di pinggir Jalan Kebon Jukut, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2021). Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga jika penerapan protokol kesehatan (prokes) diabaikan di saat meningkat kembali aktivitas masyarakat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengguna jalan melintasi spanduk bertuliskan harapan 'Lekas Pulih Bandungku' di pinggir Jalan Kebon Jukut, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2021). Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga jika penerapan protokol kesehatan (prokes) diabaikan di saat meningkat kembali aktivitas masyarakat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Hal ini tentunya menjadi kewaspadaan kita bersama mengingat saat ini kita dalam kondisi strolling yang merupakan upaya untuk terus menekan angka penularan kasus Covid-19 dan juga menekan jumlah kasus positif pada level serendah mungkin," jelasnya.

Ke depan dalam menghadapi potensi kenaikan kasus karena adanya pergerakan mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru,strategi testing, tracing, isolasi serta vaksinasi terus dimaksimalkan.

"Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap waspada karena pandemi belum usai. Varian Delta masih merupakan varian yang mendominasi di negara kita dan kita harus bersama berjuang agar apa yang terjadi di bulan Juli tahun 2021 kemarin tidak akan terulang kembali," terang dia.

Di tingkat nasional dan provinsi terjadi penurunan sebesar 23 persen dan penurunan jumlah kematian sebesar 16 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas