Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cara Bhutan Berdamai dengan Pandemi Covid-19 yang Bisa Ditiru Indonesia

Bhutan menjadi salah satu negara yang dianggap sukses berdamai dengan pandemi Covid-19.Negara di Asia Selatan ini memiliki kasus dan kematian rendah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cara Bhutan Berdamai dengan Pandemi Covid-19 yang Bisa Ditiru Indonesia
Pulse.ng
Bhutan. Cara Bhutan Berdamai dengan Pandemi Covid-19 yang Bisa Ditiru Indonesia 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Bhutan menjadi salah satu negara yang dianggap sukses berdamai dengan pandemi Covid-19.

Negara di Asia Selatan ini memiliki kasus dan kematian sangat rendah serta cakupan vaksinasi yang besar.

Di saat negara lain mengalami lonjakan kasus virus corona, Bhutan mampu menekan maksimal penularannya.

Penanganan Covid-19 disampaikan menjadi yang terbaik di dunia. Bahkan, Bhutan dapat melaksanakan vaksinasi pada 90 persen masyarakatnya dalam kurun waktu seminggu.

Baca juga: Bhutan Telah Vaksinasi 93% Populasi Orang Dewasa Hanya dalam Waktu 16 Hari

Baca juga: 6 Alasan Bhutan jadi Negara Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Uang Bukan Segalanya bagi Warga

Lalu bagaimana Bhutan bisa mengelola pandemi ini, berikut ulasan yang diungkap Chairman Primaya Hospital Group Prof. Dr. Yos E. Susanto, M.A., M.Ph., Ph.D., CFA, dalam kegiatan virtual bertema Menghadapi Gelombang ke-3 Covid-19, Sabtu (6/11/2021).

Setidaknya ada lima hal yang bisa dipelajari dari negara Bhutan dalam penanganan pandemi ini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka melibatkan masyarakat lokal, ada kader dan sukarelawan kesehatan yang dilibatkan sampai di tingkat dusun," ujarnya.

Mereka secara masif terjun ke masyarakat mengampanyekan gerakan makai masker, cuci tangan, serta menjaga jarak.

Selain itu, di Bhutan karatina dan pelarangan wisatawan luar negeri masuk dilakukan sejak awal kasus pertama terdeteksi.

"Mereka juga menyiapkan bantuan sosial bagi warganya yang tengah menjalani karantina," ungkap Yos.

Pendekatan kedua adalah multidisiplin. Tak hanya dokter tapi semua bidang ikut terjun.

Selain melarang turis masuk, sekolah ditutup, pusat kebugaran, bioksop serta jam kantor yang diterapkan fleksibel.

Sejak Maret 2020, pemerintahan Bhutan membuat harian yang jelas, rinci, dan ringkas, sebagai pusat informasi penanganan Covid-19.

"Yang ketiga semua kebijakan dan rencana penanganan begitu sistematis dan rinci sampai tingkat desa sampai tingkat kecamatan mereka satu-satu punya peta yang sistematis," ungkapnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas