Tribun

Penanganan Covid

Epidemiolog UI Usul Penentang Vaksin Covid-19 Bayar Sendiri Biaya RS bila Terpapar Virus Corona

Epidemiolog UI Dokter Pandu Riono, menyarankan pemerintah perlu membatasi hak layanan publik bagi penentang vaksin Covid-19.

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Arif Fajar Nasucha
Epidemiolog UI Usul Penentang Vaksin Covid-19 Bayar Sendiri Biaya RS bila Terpapar Virus Corona
Freepik
Ilustrasi vaksinasi 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Dokter Pandu Riono, menyarankan pemerintah untuk membatasi hak layanan publik bagi penentang vaksin Covid-19.

Termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan.

Hal itu diungkapkan Pandu melalui cuitan akun Twitter pribadinya, @drpriono1, Senin (15/11/2021).

Pandu menilai para penentang vaksinasi Covid-19 semestinya membayar sendiri biaya perawatan rumah sakit (RS) bila terpapar virus Corona.

Ia menegaskan vaksinasi adalah langkah untuk kepentingan bersama.

Baca juga: Dinas Kesehatan DKI: 97,3 Persen Warga Jakarta Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

"Pemerintah perlu ada kebijakan khusus dalam menuntaskan penanganan Pandemi: Penduduk yg tidak mau dan menentang vaksinasi Covid19, agar akses hak layanan publik dibatasi termasuk bayar sendiri biaya perawatan RS bila dirawat karena Covid-19."

"Vaksinasi untuk kepentingan bersama," tulisnya.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Dokter Pandu Riono, menyarankan pemerintah membatasi hak layanan publik bagi penentang vaksin Covid-19.
Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Dokter Pandu Riono, menyarankan pemerintah membatasi hak layanan publik bagi penentang vaksin Covid-19. (Twitter @drpriono1)

Baca juga: Menko PMK: Papua Sudah Mulai Suntik Anak Usia 6 sampai 11 Tahun Vaksin Covid-19

Capaian Vaksinasi di Indonesia

Sementara itu sebanyak lebih dari 84 juta orang di Indonesia telah mendapat dosis lengkap vaksin Covid-19 atau dua kali suntikan.

Berdasar data pemerintah di laman vaksin.kemkes.go.id per Minggu (14/11/2021) pukul 18.00 WIB, penerima vaksin Covid-19 dosis kedua berjumlah 84.190.603 orang.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas