Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IDAI Ingatkan Masyarakat untuk Lakukan Imunisasi Non Covid-19 pada Anak-anak

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in IDAI Ingatkan Masyarakat untuk Lakukan Imunisasi Non Covid-19 pada Anak-anak
ist
Ilustrasi/Imunisasi pada anak-anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mengejar target program vaksinasi Covid-19 di angka 70 persen hingga akhir tahun 2021.

Selain orang lanjut usia dan orang dewasa, pemerintah pun telah menyasar program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

Pada 2 November 2021 lalu,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun.

Namun menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, selain vaksin Covid-19 ada hal lain yang perlu diperhatikan.

" Yang penting jangan dilupakan ketika nantinya kita menunggu vaksin Covid-19, vaksinasi rutin tetap harus digiatkan. Agar tidak terjadi wabah lain sementara pandemi Covid-19 belum selesai," ungkapnya pada siaran Radio Sonora FM, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19 IDI: Vaksin Booster Penting dan Aman Diberikan kepada Masyarakat

Menurutnya, penting sekali pada setiap orang untuk melakukan imunisasi rutin.

Rekomendasi Untuk Anda

Terutama vaksinasi program pemerintah dan juga vaksinasi non program yang dianjurkan oleh IDAI.

Karena ketika program imunisasi menurun maka tidak mungkin akan terjadi wabah dari penyakit lain.

"Contoh vaksin difteri. Jika menurun saja cakupan vaksin di bawah 60 persen, maka kejadian luar biasa bisa bermunculan. Cakupan vaksinasi mesti kita jaga tetap tinggi," katanya lagi.

Karena kalau tidak akan membuat masalah baru atau masalah lain selain masalah pandemi Covid-19.

Sampai saat ini, kata dr Primpin, sudah ada beberapa laporan munculnya difteri dan campak.

"Juga munculnya rubella, sehingga ini merupakan perhatian juga buat kita semua. Menjaga cakupan vaksinasi ini tetap tinggi agar tidak timbul twin pandemi,"pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas