Tribun

Virus Corona

WHO Peringatkan Soal 'Rasa Aman Palsu' Vaksin Dianggap Telah Mengakhiri Pandemi Covid-19

WHO memperingatkan seluruh orang yang divaksinasi untuk tetap berhati-hati terhadap Covid-19 dan tidak jatuh ke dalam 'rasa aman palsu'.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
WHO Peringatkan Soal 'Rasa Aman Palsu' Vaksin Dianggap Telah Mengakhiri Pandemi Covid-19
freepik.com
Ilustrasi Covid-19. WHO memperingatkan seluruh orang yang divaksinasi untuk tetap berhati-hati terhadap Covid-19 dan tidak jatuh ke dalam 'rasa aman palsu'. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan seluruh orang yang divaksinasi untuk tetap berhati-hati terhadap virus corona atau Covid-19 dan tidak jatuh ke dalam 'rasa aman palsu'.

"Di banyak negara dan komunitas, kami khawatir tentang rasa aman palsu bahwa vaksin telah mengakhiri pandemi dan bahwa orang yang divaksinasi tidak perlu mengambil tindakan pencegahan lainnya," kata Tedros, dalam konferensi pers tentang krisis Covid-19 di Eropa, pada Rabu kemarin.

Ia memperingatkan bahwa tidak ada negara atau wilayah yang saat ini bisa keluar dari rasa aman dan menggarisbawahi pentingnya memastikan langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah konsekuensi terburuk dari gelombang pandemi di masa depan.

Pada Selasa lalu, WHO secara jelas memperkirakan bahwa lebih dari 2 juta orang kemungkinan akan meninggal karena Covid-19 selama musim dingin di Eropa.

Sebagian besar negara pun dapat melihat sistem kesehatan mereka kewalahan dalam menghadapi lonjakan tersebut.

Baca juga: Menkes: Pandemi Covid-19 Pacu Digitalisasi di Sektor Kesehatan

Mengingat jumlah kasus infeksi yang melonjak di seluruh wilayah benua Eropa, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) pun membuat keputusan untuk mengubah sikap sebelumnya terkait vaksin penguat (booster).

Karena saat ini lembaga tersebut merekomendasikannya untuk semua orang dewasa.

Austria telah memasuki pemberlakukan sistem penguncian (lockdown) nasional selama 10 hari.

Baca juga: Kementerian Kesehatan: Tak Ada Klaster Baru Covid-19 di World Superbike Mandalika

Sedangkan negara-negara lain, termasuk Jerman, sedang mempertimbangkan penerapan langkah-langkah pembatasan baru bagi warganya, bahkan vaksinasi wajib.

Minggu ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan yang meminta semua warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke Jerman dan Denmark karena situasi Covid-19 di dua negara itu sedang berisiko tinggi.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas