Tribun

Virus Corona

Prancis Deteksi Beberapa Kasus Covid-19 Diduga Varian Omicron

Kemenkes Prancis telah mengumumkan bahwa mereka telah menemukan 8 kemungkinan kasus varian baru virus corona Omicron.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Prancis Deteksi Beberapa Kasus Covid-19 Diduga Varian Omicron
freepik
Ilustrasi Covid-19. Prancis Deteksi Beberapa Kasus Covid-19 Diduga Varian Omicron 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prancis telah mengumumkan bahwa mereka telah menemukan 8 kemungkinan kasus varian baru virus corona (Covid-19) Omicron.

Temuan ini diumumkan saat negara-negara di seluruh dunia tengah berjuang untuk menahan penyebaran varian yang sangat bermutasi ini.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (29/11/2021), Kemenkes Prancis mengumumkan pada hari Minggu kemarin bahwa mereka sedang bekerja untuk mengkonfirmasi kemungkinan 8 kasus omicron yang ditemukan.

Dalam sebuah pernyataan, terungkap bahwa semua yang diuji telah melakukan perjalanan ke Afrika Selatan dalam dua minggu terakhir.

Baca juga: Virus Omicron Merebak, Satgas Keluarkan SE No.23 Tentang Protokol Perjalanan Internasional

Baca juga: Cegah Varian Omicron, Ini Aturan Terbaru Perjalanan Internasional yang Mulai Berlaku Hari Ini

Namun saat ini mereka telah dikarantina dan pihak yang melakukan kontak erat pun telah diperingatkan.

Sebelumnya, varian omicron telah terdeteksi di beberapa negara.

Munculnya varian ini akhirnya mendorong banyak negara termasuk Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pembatasan perjalanan terhadap mereka yang berasal dari Afrika Selatan dan beberapa negara lain yang telah ditemukan kasus konfirmasi omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah membahas mengenai varian omicron dalam pertemuan tanggap darurat pada Jumat lalu.

Lembaga tersebut kemudian menentang tindakan penutupan perbatasan yang kini diberlakukan banyak negara.

Menurut WHO, saat ini masih sangat sedikit informasi yang diketahui tentang varian tersebut dan apakah itu dapat menyebabkan efek samping yang lebih parah atau lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas