Tribun

Virus Corona

Apa Perbedaan Omicron dengan Varian-varian Covid-19 Lain yang Telah Terdeteksi?

Untuk diketahui, sampel pertama dari garis keturunan Omicron atau B.1.1.529 diambil pada 9 November, menurut WHO.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Malvyandie Haryadi
Apa Perbedaan Omicron dengan Varian-varian Covid-19 Lain yang Telah Terdeteksi?
digi24.ro
Ilustrasi varian baru Covid-19, Omicron 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Omicron adalah varian baru virus corona (Covid-19) yang paling cepat diberi label varian yang diwaspadai (variant of concern-VOC) oleh WHO.

Hal itu karena penyebaran varian Omicron tampak cepat di Afrika Selatan dan berpotensi melahirkan banyak mutasi yang mengganggu.

Kemunculan varian Omicron telah menyebabkan sejumlah negara melakukan pembatasan perjalanan, hingga tugas baru pembuat vaksin Covid-19 untuk mulai mengerjakan vaksin khusus strain ini.

Untuk diketahui, sampel pertama dari garis keturunan Omicron atau B.1.1.529 diambil pada 9 November, menurut WHO.

Sampel tersebut langsung mendapat perhatian karenamenyebabkan lonjakan kasus di Afrika Selatan.

Baca juga: Dua Pasien Varian Omicron Covid-19 di Sydney, Berasal dari Afrika Selatan dan Transit di Singapura

"Varian baru ini, B.1.1.529 tampaknya menyebar sangat cepat," kata Tulio de Oliveira, direktur Pusat Respons & Inovasi Epidemi Afrika Selatan, dan seorang peneliti genetika di Universitas Stellenbosch.

Selain itu, sekuensing genetik menunjukkan virus itu membawa sejumlah besar mutasi yang mengganggu pada protein lonjakan, yaitu struktur mirip tombol pada permukaan virus yang digunakannya untuk bergulat dengan sel yang diinfeksinya.

Beberapa dari mutasi tersebut telah dikenali dari varian lain dan diketahui membuatnya lebih berbahaya, termasuk yang disebut E484A, protein sistem kekebalan yang memiliki pertahanan garis depan dalam melawan infeksi dan yang membentuk dasar perawatan antibodi monoklonal.

Dikutip dari CNN, varian Omicron juga membawa mutasi yang disebut N501Y, yang memberi Alpha dan Gamma peningkatan transmisibilitas mereka.

Minggu lalu, Scott Weaver dari University of Texas Medical Branch dan rekan melaporkan dalam jurnal Nature bahwa mutasi khusus ini membuat virus lebih baik bereplikasi di saluran napas bagian atas, yaitu pada hidung dan tenggorokan, yang kemungkinan membuatnya lebih mungkin menyebar ketika orang bernapas, bersin dan batuk.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas