Tribun

Virus Corona

Epidemiolog Ingatkan Indonesia Masih Rawan Pandemi Covid-19 karena Sebaran Vaksin Belum Merata

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan Indonesia Masih Rawan Pandemi Covid-19

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
Epidemiolog Ingatkan Indonesia Masih Rawan Pandemi Covid-19 karena Sebaran Vaksin Belum Merata
Freepik
Ilustrasi pandemi global akibat Covid-19.Epidemiolog Ingatkan Indonesia Masih Rawan Pandemi Covid-19 karena Sebaran Vaksin Belum Merata 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, melandai nya kasus Covid-19 adalah hal yang perlu diapresiasi dan syukuri. Namun, Indonesia belum sepenuhnya lepas dari pandemi.

Melandainya kasus ini buah kerja bersama yang tidak mudah dan melalui banyak pengorbanan. Banyak pengorbanan, sebagian masyarakat Indonesia gugur dalam proses menghadapi gelombang kedua.

Baca juga: Epidemiolog: Salah Kaprah, Harusnya Negara Tempat Muncul Varian Didukung Bukan Dikucilkan

Baca juga: Muncul Omicron, Mutasi Baru Covid-19, Benarkah Lebih Menular dari Delta? Ini Ulasan Pakar dan WHO

"Situasi yang mebuat kita semua menjadi kehilangan beberapa sebagian saudara kita," ungkapnya pada dalam Dialog dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) -KPCPEN, Selasa (30/11/2021).

Situasi ini, kata Dicky harus membuat setiap orang meningkatkan kewaspadaannya. Bahwa varian Delta saja belum selesai. Pemerintah Indonesia masih perlu melakukan perbaikan.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman (Dokumentasi Pribadi)

"Upaya dilakukan masih ada PR yang diselesaikan. Antara lain bahwa bicara cakupan testing, belumlah merata kemampuannya," kata Dicky lagi

Terutama testing yang berada di luar pulau Jawa. Selain itu cakupan vaksinasi memang betul telah mencapai sudah 40 persen, sesuai yang ditargetkan WHO.

Bahkan satu bulan lebih sebelum itu ditetapkan, target itu telah tercapai di akhir tahun ini. Tapi Dicky mengingatkan bahwa vaksinasi Covid-19 terkonsentrasi di Jawa-Bali.

"Bahkan kalau kita lihat papua, cakupan vaksinasi dua dosis saja masih jauh di bawah 50 persen itu. Artinya ini hal yang sangat riskan dan menjadikan kita dalam posisi rawan," paparnya lagi.

Potensi gelombang ketiga dan ancaman varian baru, dipengaruhi seberapa banyak jumlah peduduk terlindungi secara imunitas.

Terutama bagi mereka yang belum divaksinasi.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas